Teheran-Mediadelegasi: Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah menutup Selat Hormuz maupun menghambat lalu lintas kapal di jalur pelayaran strategis tersebut. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.
Selat Hormuz Tak Ditutup, Iran Tuduh AS
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan terhambatnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz bukan disebabkan oleh kebijakan Iran. Menurutnya, situasi tidak stabil yang terjadi di kawasan tersebut merupakan dampak dari serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Araghchi menegaskan bahwa produksi serta distribusi minyak di kawasan itu melambat bukan karena Iran menutup jalur pelayaran internasional. Ia menyebut kondisi tersebut terjadi akibat eskalasi konflik yang dipicu oleh serangan terhadap Iran.
Dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, PBS, dikutip Selasa (10/3/2026) Araghchi menegaskan negaranya tidak memiliki kebijakan untuk menutup Selat Hormuz. Iran, kata dia, tetap mendukung kelancaran navigasi kapal yang melintasi jalur tersebut.
Menurut Araghchi, ketidakamanan yang dirasakan kapal tanker dan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz lebih disebabkan oleh meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat sejumlah operator kapal memilih menunda atau mengalihkan jalur pelayaran.
Ia juga menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang memperburuk stabilitas kawasan. Kebijakan dan tindakan militer yang dilakukan Washington dinilai menjadi faktor utama meningkatnya kekhawatiran dalam aktivitas pelayaran internasional.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bupati-rejang-lebong-tiba-di-gedung-kpk-usai-terjaring-ott/
Araghchi menambahkan bahwa Iran tidak memiliki kepentingan untuk menghambat distribusi energi dunia. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur vital bagi perdagangan minyak global.








