Di Balik Pertemuan Prabowo dan Jonan: Proyek Whoosh Jadi Sorotan di Tengah Kontroversi Utang

Rabu, 5 November 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyampaikan keterangan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025).  (Foto:Ist)

Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyampaikan keterangan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025). (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, di tengah kontroversi yang sedang berlangsung seputar kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.

Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan di Jakarta pada Senin sore, berlangsung kurang lebih dua jam secara tertutup.

Laporan yang saling bertentangan telah muncul mengenai topik yang dibahas selama pertemuan tersebut. Jonan, setelah keluar dari Istana Kepresidenan, membantah bahwa proyek Whoosh menjadi pokok pembahasan.

“Tidak, saya tidak dimintai masukan apa pun tentang itu,” katanya kepada wartawan. Ketika ditanya tentang perspektifnya mengenai masalah utang seputar Whoosh, Jonan menolak berkomentar, dengan alasan pengunduran dirinya dari Kementerian Perhubungan dan kurangnya kapasitas saat ini untuk memberikan wawasan yang relevan.

Sebaliknya, Jonan mengklaim kunjungannya adalah dalam kapasitas sebagai warga negara biasa, membahas program-program prioritas pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kopdes Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

BACA JUGA:  Ternyata Ini Alasan AHY Terima Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Dia menekankan potensi pertumbuhan ekonomi bertahap melalui inisiatif ini, sambil mengakui ketidaksempurnaan awal dalam implementasinya.

Namun, Presiden Prabowo memberikan keterangan yang berbeda, menegaskan bahwa proyek Whoosh memang menjadi topik pembahasan selama pertemuan dengan Jonan.

Menambahkan lapisan lain ke narasi tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang saat ini Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan bahwa kontroversi utang Whoosh termasuk di antara masalah yang dibahas dalam sesinya dengan Prabowo, mengklarifikasi bahwa pertemuannya terjadi secara terpisah dari Jonan.

Ignasius Jonan memainkan peran penting dalam menyetujui proyek Whoosh selama masa jabatannya sebagai Menteri Perhubungan dari tahun 2014 hingga 2016. Meskipun menghadapi tantangan, Jonan memprioritaskan standar keselamatan penumpang sebagai persyaratan utama bagi pengembang proyek.

Selama fase penawaran proyek, Jonan memprioritaskan keselamatan di atas nilai investasi, dengan hati-hati membandingkan tawaran dari Tiongkok dan Jepang.

BACA JUGA:  Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025: Perlindungan Negara bagi Jaksa dalam Melaksanakan Tugas

Proposal Jepang mencakup investasi sebesar US$6,2 miliar dengan studi kelayakan yang dilakukan sejak 2014, menjanjikan kereta 320 km/jam dalam waktu lima tahun (2016-2021).

Tiongkok mengajukan tawaran yang lebih rendah sebesar US$5,5 miliar pada tahun 2015, menjanjikan kereta 350 km/jam dalam waktu dua tahun (2016-2018).

Menyusul keberhasilan tawaran Tiongkok dan pembentukan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Jonan mewajibkan sembilan persyaratan prasyarat untuk perjanjian pelaksanaan infrastruktur (konsesi) proyek kereta cepat.

Salah satu syarat utama adalah proyek tersebut tidak dapat menggunakan dana anggaran negara (APBN). Sekitar 75 persen pendanaan proyek berasal dari pinjaman dari China Development Bank (CDB), dengan 25 persen sisanya berasal dari ekuitas atau dana yang dihasilkan sendiri oleh konsorsium. D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB