Misteri Kematian Dosen Cantik Untag: Hubungan Gelap dengan Perwira Polisi Terungkap, Autopsi Jadi Kunci?

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Dalami Dugaan Hubungan Asmara AKBP Basuki dan Dosen Untag yang Tewas Misterius. Foto: Ist.

Polisi Dalami Dugaan Hubungan Asmara AKBP Basuki dan Dosen Untag yang Tewas Misterius. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kematian Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Pidana Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, masih menyisakan tanda tanya besar. Di balik kematian tragisnya, terkuak hubungan asmara terlarang dengan seorang perwira menengah Polri, AKBP Basuki (56), yang semakin memperkeruh misteri ini.

Dwinanda ditemukan tewas tanpa busana di sebuah kamar kostel di Semarang pada Senin (17/11/2025) pagi. Keberadaan AKBP Basuki di lokasi kejadian sebagai saksi kunci langsung memicu spekulasi liar di kalangan publik.

Hubungan Gelap Sejak 2020: Tinggal Bersama Tanpa Ikatan Pernikahan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, membenarkan adanya hubungan asmara antara AKBP Basuki, yang telah beristri, dengan Dwinanda sejak tahun 2020. Bahkan, keduanya tinggal bersama di kostel tempat Dwinanda ditemukan meninggal.

“Yang jelas mereka ada komunikasi intens. Dan hubungan asmara itu memang benar, menurut pengakuan yang bersangkutan sejak 2020,” ujar Kombes Artanto.

Fakta ini semakin mengejutkan karena AKBP Basuki dan Dwinanda ternyata memiliki alamat kependudukan yang sama, terdaftar dalam satu Kartu Keluarga di sebuah perumahan di Tembalang, Semarang.

Pelanggaran Kode Etik Polri: AKBP Basuki Terancam Sanksi Berat

Perbuatan AKBP Basuki jelas melanggar kode etik profesi Polri karena tinggal bersama wanita tanpa ikatan pernikahan yang sah. Polda Jawa Tengah pun tak tinggal diam.

“Yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran berupa tinggal bersama seorang perempuan berinisial D tanpa ikatan perkawinan yang sah. Itu merupakan pelanggaran berat karena berkaitan dengan kesusilaan dan perilaku di mata masyarakat,” tegas Kombes Artanto.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Melayat ke Rumah Duka Affan Kurniawan, Keluarga : Kami Percaya sama Bapak

AKBP Basuki kini menjalani penahanan khusus (patsus) selama 20 hari di Rutan Polda Jateng sebagai bentuk sanksi atas pelanggaran kode etik tersebut.

Autopsi Ungkap Aktivitas Berlebih: Pecah Pembuluh Darah Jantung?

Penyebab kematian Dwinanda masih menjadi misteri. Polisi belum bisa memberikan keterangan detail karena penyelidikan masih berlangsung. Namun, hasil autopsi terhadap jenazah korban menunjukkan adanya indikasi aktivitas berlebihan sebelum kematiannya.

Perwakilan mahasiswa Untag Semarang, Antonius Fransiskus Polu, mengungkapkan bahwa korban diduga mengalami pecah pembuluh darah jantung akibat aktivitas fisik berlebih.
“Siang hari beliau sempat periksa. Beliau punya riwayat darah tinggi. Ketika kembali ke kos, ada aktivitas berlebih yang menyebabkan jantungnya pecah. Yang menjadi kejanggalan, posisi beliau ditemukan tergeletak tanpa busana,” ujar Frans.

Kejanggalan yang Mencurigakan: Foto Berdarah yang Dihapus

Kakak korban, Perdana Cahya, mengungkapkan kejanggalan lain dalam kasus ini. Setelah Dwinanda meninggal, AKBP Basuki sempat mengirimkan foto kepada kerabat korban di Purwokerto, namun foto tersebut mendadak ditarik atau dihapus sebelum sempat disimpan.

“Ini jadi kecurigaan. Sekilas fotonya ada darah di perut dan paha. Jadi, autopsi diharapkan bisa mengungkap kejanggalan penyebab kematian adik saya,” kata Fian.

AKBP Basuki Bantah Hubungan Asmara: Alasan Kasihan dan Biaya Kuliah

AKBP Basuki sendiri membantah keras adanya hubungan asmara dengan Dwinanda. Ia mengaku hanya merasa kasihan karena Dwinanda telah ditinggal meninggal orang tuanya, sehingga ia membantu membiayai kuliahnya.

BACA JUGA:  Istri TNI: Dugaan Selingkuh Gegerkan Kodam Cenderawasih

Ia juga mengklaim bahwa kondisi Dwinanda yang tanpa busana saat ditemukan tidak ada kaitannya dengan dirinya, melainkan efek tubuh korban yang “kepanasan” menjelang ajalnya.
Namun, bantahan ini justru menimbulkan pertanyaan baru di benak publik. Mengapa seorang perwira polisi bersedia membiayai kuliah seorang dosen muda jika hanya sebatas teman?

Jejak Digital AKBP Basuki: Diburu Netizen di Media Sosial

Kasus ini telah menarik perhatian luas dari masyarakat. Netizen pun mulai menelusuri jejak digital AKBP Basuki di media sosial, mencari petunjuk yang mungkin bisa mengungkap kebenaran di balik kematian Dwinanda.

Kolom komentar di unggahan akun Instagram @polrespemalang yang menampilkan AKBP Basuki kini dipenuhi respons netizen yang menduga bahwa ia adalah sosok yang tengah ramai diperbincangkan.

Misteri yang Belum Terpecahkan: Autopsi Jadi Kunci Kebenaran?

Kematian Dwinanda Linchia Levi masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Hubungan gelap dengan AKBP Basuki, kejanggalan foto berdarah yang dihapus, dan hasil autopsi yang mengungkap aktivitas berlebih semakin menambah kompleksitas kasus ini.

Apakah Dwinanda meninggal karena penyakit jantung atau ada faktor lain yang menyebabkan kematiannya? Apakah AKBP Basuki terlibat dalam kematian Dwinanda?

Hanya waktu dan penyelidikan yang mendalam yang bisa mengungkap kebenaran di balik misteri ini. Autopsi diharapkan menjadi kunci untuk membuka tabir kematian dosen cantik Untag ini. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu Capai 500 Meter ke Langit
Diduga Korupsi Proyek RSU Rp38 Miliar, Kadis Kesehatan Nias Ditahan
Mafia BBM & LPG di Jatim Dibongkar, Negara Rugi Rp7,5 Miliar
Terbukti Palsukan Identitas Dokter, Gelar Puteri Indonesia Riau 2024 Dicabut
May Day 2026: 10.000 Buruh KASBI-Gebrak Geruduk DPR, Tolak Gabung Acara di Monas
Bareskrim Sita Aset Keluarga Ko Erwin Senilai Rp15,3 Miliar, Diduga Hasil Cuci Uang Narkoba
Tingkatkan Penyerapan Kerja, Menaker Yassierli Genjot Pelatihan Vokasi yang Link and Match
ST Burhanuddin Lantik Puluhan Pejabat, Tegaskan Tinggalkan Pola Kerja Lama

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 17:03 WIB

Gunung Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu Capai 500 Meter ke Langit

Kamis, 30 April 2026 - 14:43 WIB

Diduga Korupsi Proyek RSU Rp38 Miliar, Kadis Kesehatan Nias Ditahan

Kamis, 30 April 2026 - 14:21 WIB

Mafia BBM & LPG di Jatim Dibongkar, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 12:08 WIB

Terbukti Palsukan Identitas Dokter, Gelar Puteri Indonesia Riau 2024 Dicabut

Kamis, 30 April 2026 - 11:51 WIB

May Day 2026: 10.000 Buruh KASBI-Gebrak Geruduk DPR, Tolak Gabung Acara di Monas

Berita Terbaru

Foto: Suasana saat proses pemeriksaan dan penempatan khusus (patsus) terhadap Kompol DK di lingkungan Polda Sumatera Utara.

Sumatera Utara

Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:16 WIB