New York-Mediadelegasi: Serangan Iran terhadap sejumlah fasilitas milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dilaporkan menyebabkan kerusakan besar. Sejak konflik bersenjata meletus pada 28 Februari lalu, sedikitnya 17 fasilitas militer, kantor diplomatik, hingga sistem pertahanan udara milik AS dilaporkan terdampak serangan rudal dan drone Iran.
Serangan Iran Ganggu Infrastruktur Strategis AS
Laporan analisis dari The New York Times menyebutkan bahwa sebagian besar fasilitas yang mengalami kerusakan merupakan pangkalan militer serta instalasi pertahanan penting milik Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Dari total fasilitas yang terdampak, sedikitnya 11 di antaranya merupakan pangkalan atau instalasi militer utama yang selama ini digunakan oleh pasukan AS untuk operasi keamanan regional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah tersebut bahkan mewakili hampir setengah dari keseluruhan fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Timur Tengah.
Kerusakan terbesar dilaporkan terjadi pada sistem pertahanan udara strategis milik AS yang berfungsi sebagai radar peringatan dini.
Berdasarkan citra satelit yang dianalisis, radar tersebut berada di dekat wilayah Umm Dahal, Qatar.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/krisis-global-momentum-indonesia-bangkit/
Radar peringatan dini tersebut diketahui memiliki nilai sekitar 1,1 miliar dolar AS dan mampu mendeteksi ancaman hingga radius sekitar 4.800 kilometer.
Selain itu, Iran juga disebut menargetkan komponen sistem pertahanan udara canggih milik AS, yaitu Terminal High Altitude Area Defense atau THAAD.
Serangan lain juga dilaporkan mengenai bangunan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di Bahrain.
Menurut penilaian internal Pentagon, kerusakan pada fasilitas markas tersebut diperkirakan mencapai sekitar 200 juta dolar AS.
Tidak hanya fasilitas militer, Iran juga menargetkan sejumlah fasilitas diplomatik Amerika Serikat yang berada di beberapa negara kawasan Teluk.
Serangan tersebut memaksa penutupan sementara beberapa kantor perwakilan AS, termasuk konsulat di Dubai, serta kedutaan besar di Kuwait City dan Riyadh.
Meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, pihak Amerika Serikat melaporkan tidak ada korban jiwa dari kalangan diplomat maupun staf kedutaan dalam serangan tersebut.
Konflik di kawasan Timur Tengah sendiri semakin memanas setelah serangan gabungan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Sejak saat itu, pertempuran terus berlanjut dan menimbulkan korban besar di berbagai pihak, termasuk lebih dari 1.200 korban jiwa di Iran serta ratusan korban luka di berbagai wilayah yang terdampak konflik tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












