Food Estate Humbahas Manfaatkan Lahan 30.000 Hektare

Food Estate Humbahas Manfaatkan Lahan 30.000 Hektar
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah meninjau lokasi Food Estate Hortikultura, Desa Ria Ria, Pollung, Humbahas, Jumat (11/9). Foto:D|Ist

Humbahas-Mediadelegasi: Program food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) rencananya akan dimulai Oktober mendatang. Konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan di suatu kawasan ini akan menggunakan lahan seluas 30.000 hektare.

Diketahui, Kabupaten Humbahas telah ditetapkan Pemerintah Pusat menjadi salah satu dari dua daerah di Indonesia untuk pengembangan food estate. Program triliunan rupiah tersebut diharapkan dapat menumbuhkembangkan sektor pertanian secara merata, serta meningkatkan produksi pertanian secara drastis sehingga mampu menambah kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan jika program itu berhasil, maka daerah lain di Sumatera Utara (Sumut) yang karakteristiknya mirip dengan Humbahas akan ikut dikembangkan.

“Kalau ini berhasil, akan dibuat di seluruh Indonesia. Sumatera Utara akan lebih banyak, paling tidak yang sama dengan Humbahas akan bisa langsung diaplikasikan,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo yang didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah saat meninjau lokasi Food Estate Hortikultura, Desa Ria Ria, Pollung, Humbahas, Jumat (11/9).

Food estate tahap pertama, kata Mentan, akan menggunakan lahan 1.000 hektare untuk tanaman kentang, bawang merah dan bawang putih. Sementara total keseluruhan lahan yang akan digunakan sekitar 30.000 hektare. Setiap hektarenya bisa menghasilkan puluhan juta.

“Kita mau buat yang orang Indonesia belum lihat. ini tidak hanya untuk Sumatera Utara, tapi Indonesia. Percontohannya ada disini, food estate itu pertama kali di Indonesia,” kata Mentan.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai food estate. Antara lain, lahan, bibit yang bagus, pupuk yang istimewa, mekanisasi, budidaya, hingga pascapanennya. Menurut Mentan semua hal tersebut harus dipersiapkan.

Disampaikan juga, pertanian merupakan sektor yang tahan banting meski pada masa pandemi. Dari sisi ekonomi, pertumbuhan sektor pertanian saat ini tumbuh 22%. Oleh sebab itu, menurutnya food estate akan ikut menggerakkan perekonomian Sumut dan Indonesia.

Mentan mengungkapkan, pada Agustus saja, nilai ekspor hortikultura Indonesia mencapai Rp22 triliun. Bahkan, ekspor dari Januari hingga Agustus totalnya mencapai Rp225 triliun. Menurutnya disaat sektor lain melemah, justru pertanian maju.

Pos terkait