Medan-Mediadelegasi: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disorot setelah belasan siswa SD Negeri 060870 di Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, diduga mengalami keracunan seusai meminum susu yang disediakan melalui program tersebut, Jumat (9/10/2026).
Para siswa dilaporkan mengalami pusing dan mual tidak lama setelah mengonsumsi susu. Mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Imelda Medan untuk mendapatkan penanganan medis.
Mayasari, salah seorang wali siswa, mengatakan keluhan muncul setelah anak-anak meminum susu yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Katanya siap minum susu langsung pusing, mual-mual. Terus dibawa ke sini, kami pun datang sudah dibawa ke sini,” ujar Mayasari.
Hingga Jumat (9/10/2026), belasan siswa tersebut masih menjalani perawatan. Tiga siswa dilaporkan memerlukan penanganan lebih serius di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sedangkan siswa lainnya dirawat di ruang perawatan.
Dugaan keracunan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG di Sumatera Utara. Terlebih, kasus serupa sebelumnya juga terjadi di sejumlah daerah di provinsi ini.
Pada Agustus 2026, ratusan siswa di Kabupaten Karo dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Hasil pemeriksaan laboratorium yang diumumkan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo pada September menemukan sejumlah bakteri pada sampel makanan dari sekolah, termasuk Bacillus cereus pada nasi, Staphylococcus aureus pada ikan, dan Escherichia coli pada melon. Temuan tersebut menunjukkan adanya persoalan keamanan pangan pada sampel yang diperiksa dalam kasus Karo, tetapi tidak membuktikan bahwa kejadian di Medan memiliki penyebab yang sama.
Rentetan kejadian itu menempatkan pengawasan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan dan minuman sebagai hal yang perlu mendapat perhatian serius. Pemeriksaan terhadap susu yang dikonsumsi para siswa di Medan diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan dan menelusuri kemungkinan adanya masalah dalam rantai penyediaannya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai dugaan keracunan susu MBG di SD Negeri 060870 Medan Timur. Penyebab pasti kejadian tersebut juga belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Publik kini menunggu penjelasan dari pihak terkait mengenai hasil pemeriksaan medis, keamanan produk susu, serta pengawasan SPPG yang memasok kebutuhan program tersebut. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak tidak justru menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan para penerimanya.
Catatan redaksi: Informasi kejadian Medan merujuk pada pemberitaan Waspada.co.id dan laporan Mistar.id pada Jumat (9/10/2026). Kasus di Karo serta temuan laboratoriumnya menjadi konteks pembanding, bukan bukti bahwa susu di Medan tercemar. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Alx
Editor : Alan







