Andreas menambahkan bahwa aturan AD/ART partai terbaru ini tidak hanya berdampak pada Bambang Pacul, tetapi juga pada pengurus DPP lainnya yang merangkap jabatan sebagai ketua DPD. “Juga bagi Ibu Esty Wijayanti yang masih merangkap Plt Ketua DPD Bengkulu, juga Ibu Sadarestuwati yang juga merangkap menjadi Plt Ketua DPC Kabupaten Jombang,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri, telah mengumumkan struktur kepengurusan baru yang akan bertugas pada periode 2025-2030 di Bali, pada Sabtu (2/8/2025). Pengumuman ini menandai adanya perubahan signifikan dalam komposisi kepemimpinan partai.
Dalam struktur kepengurusan baru tersebut, terdapat beberapa nama baru yang masuk dalam jajaran DPP PDI-P, seperti Ganjar Pranowo, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, Adian Napitupulu, Ronny Talapessy, Rano Karno, hingga Puti Guntur Soekarno. Kehadiran nama-nama baru ini diharapkan dapat membawa semangat dan energi baru bagi partai.
Sementara itu, beberapa nama senior masih tetap mengisi posisi yang sama dalam kepengurusan DPP PDI-P, seperti Bambang Wuryanto, Komarudin Watubun, Olly Dondokambey, Ahmad Basarah, dan Yasonna H Laoly. Kombinasi antara pengalaman para senior dan semangat para kader baru diharapkan dapat memperkuat PDI-P dalam menghadapi tantangan politik ke depan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






