BUPATI SAMOSIR PANEN PERDANA IKAN NILA POKDAKAN MEKAR

Foto; ist

“Saat ini hasilnya 250-350 gr per ekor atau rata-rata 250 kg/kolam. Dengan harga 30 ribu/ kg, Pokdakan mekar dapat menghasilkan 12 juta,” jelas Tumiur

Tambah Tumiur, hasil ini akan terus ditingkatkan dan memenuhi produksi perikanan sesuai permintaan pasar dengan tetap melakukan pendampingan dan pelatihan guna transfer ilmu yang lebih baik.

Ketua Pokdakan Mekar Cornelius Simbolon

merasa terharu dan bangga dengan kedatangan Bupati Samosir beserta OPD. Ia berharap sinergitas yang telah berjalan baik dapat terus berjalan baik. Diakui Cornelius, pengembangan Pokdakan sistim bioflok di Samosir sangat menjanjikan dan berpotensi untuk dikembangkan, membuka peluang bisnis. Untuk itu Cornelius mengajak pembudidaya daya ikan dengan sistim KJA tidak ragu beralih ke Kolam darat sistim Bioflok.

“Atas nama masyarakat kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Samosir, sampai ditahap ini kami berhasil. Sangat menjanjikan membuat kolam Bioflok saya berani garansi bahwasanya ini menguntungkan,” terang Cornelius

Untuk pengembangan kedepan, Cornelius berharap perhatian pemerintah untuk membantu mesin pembuat pelet, karena baku pembuatan pelet ada di Samosir.

“Sinergitas Pemkab dan kementerian tidak diragukan lagi dan mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan sudah ada home industri pembuatan pelet” tambahnya.

Turut hadir Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Kadis Lingkungan Hidup Edison Pasaribu, Kadis Perhubungan Laspayer Sipayung, Kepala Pelaksana BPBD Sarimpol Simanihuruk, dan Kepala RSUD Iwan H. Sihaloho serta anggota kelompok Pokdakan Mekar.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait