Mencegah ancaman penyakit DBD yang dianggap efektif yakni dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menggunakan metode 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas).
Lebih lanjut, menurut dia, penggunaan kelambu saat tidur bagi ibu yang memiliki bayi atau balita juga harus dilakukan serta memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah.
“Kepada para pelajar SMP dan SMA selaku peserta sosialisasi, kami sangat berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat menambah pemahaman mengenai pentingnya pencegahan dan penanggulangan bahaya Narkoba, AIDS dan demam berdarah,” tuturnya.
Camat Silaen Moses dalam kata sambutan pada kegiatan sosialisasi tersebut menyampaikan terima kasih kepada pihak Dinkes Toba yang telah melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba, penyakit HIV AIDS dan DBD.
“Saya sangat berharap dengan adanya sosialisasi ini target-target pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba, HIV AIDS dan demam berdarah di Kecamatan Silaen ini dapat tercapai serta dapat juga disosialisasikan hingga ke setiap desa,” ucapnya.
Selain Dinkes Kesehatan, pada kesempatan itu juga berlangsung penyuluhan dan sosialisasi pencegahan dan penanganan penyakit IVA Tes (Inspeksi Visual Asam Asetat) yang diikuti peserta dari tim PKK Kecamatan Silaen.
Materi penyuluhan disampaikan oleh tim dari Dinas PMD PPA, Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian, Dinas Sosial dan Dinas Catpilduk Pemkab Toba.
Menurut penyuluh dari Dinas PMD PPA Toba, Erlince Ompusunggu, kegiatan IVA Test diperlukan sebagai salah satu dokumen untuk memperkaya bahan mengikuti lomba tingkat Provinsi Sumatra Utara.
Disebutkannya, Kecamatan Silaen sebagai kecamatan Bina IVA Test diharapkan lolos enam besar dalam penilaian tim oleh tingkat Provinsi Sumut. D|Tsa-36