Asesor UNESCO Takjub dengan Keindahan dan Harga Terjangkau Taman Eden 100, Geopark Kaldera Toba

Rabu, 23 Juli 2025 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asesor UNESCO Takjub dengan Keindahan dan Harga Terjangkau Taman Eden 100, Geopark Kaldera Toba. (Foto : Ist.)

Asesor UNESCO Takjub dengan Keindahan dan Harga Terjangkau Taman Eden 100, Geopark Kaldera Toba. (Foto : Ist.)

Toba-Mediadelegasi : Tim asesor UNESCO Global Geopark Kaldera Toba, yang dipimpin oleh Prof. Jose Brilha, mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan dan kelestarian alam Geosite Taman Eden 100 di Kabupaten Toba. Bukan hanya keindahannya yang memukau, namun juga harga tiket masuk yang terjangkau bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

 

Prof. Brilha, salah satu pakar geopark terkemuka dunia, bahkan menilai harga tiket masuk Taman Eden 100 masih jauh di bawah nilai sebenarnya. Menurutnya, pengalaman eksplorasi alam yang ditawarkan, termasuk keindahan hutan, air terjun, sungai, koleksi anggrek, serta flora dan fauna langka, layak dihargai sepuluh kali lipat dari harga saat ini.

 

Untuk wisatawan asing, tiket masuk Taman Eden 100 dipatok sebesar Rp50.000. Harga ini dinilai sangat murah oleh Prof. Brilha, mengingat kekayaan alam dan pengalaman unik yang ditawarkan. Ia bahkan menyarankan agar harga tiket dinaikkan untuk lebih merefleksikan nilai sebenarnya dari geosite ini.

 

Sementara itu, untuk wisatawan lokal, pengelola Taman Eden 100, Made Sirait, menerapkan harga yang lebih terjangkau, yaitu Rp30.000 per orang. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak masyarakat lokal untuk mengenal dan menghargai kekayaan alam di sekitar Danau Toba.

 

“Kita ingin lebih banyak masyarakat yang teredukasi, mengenal lebih dekat alam, flora dan fauna khas Danau Toba, dan kawasan ini terpelihara,” ujar Made Sirait.

 

Selain keindahan alam, tim asesor juga terkesan dengan sajian kuliner khas Danau Toba. Selama kunjungan mereka ke Geosite Huta Ginjang, tim asesor mencicipi berbagai makanan UMKM lokal, seperti ombus-ombus, keripik andaliman, kopi wine, dan berbagai makanan ringan lainnya.

 

Dr. Jeon Yongmun, anggota tim asesor lainnya, juga turut memuji kelezatan makanan yang disajikan. Ia bahkan dengan lahap menyantap mangga khas Danau Toba, yang menambah kesan positif selama kunjungannya.

 

Kunjungan tim asesor UNESCO ke Taman Eden 100 merupakan bagian dari proses revalidasi UNESCO Global Geopark Kaldera Toba. Hasil kunjungan ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi pengembangan dan pengelolaan geopark tersebut.

 

Setelah meninjau Taman Eden 100, tim asesor melanjutkan kunjungannya ke berbagai lokasi lain di Sumatra Utara, termasuk Kabupaten Samosir dan Kabupaten Karo. Mereka akan meninjau sejumlah geosite dan destinasi wisata lainnya untuk melengkapi proses revalidasi.

 

Kunjungan tim asesor ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Danau Toba, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam dan budaya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Serang Mabes Polri, Terduga Teroris Ditembak Mati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dede Novandi Aklamasi Terpilih Menjadi Ketua FOPI Kabupaten Deliserdang, “Bertekad Wujudkan Deliserdang Lumbung Atlet Petanque di Sumut”
Tokoh Adat Papua Laporkan Film “Pesta Babi”, Merasa Dieksploitasi Tanpa Izin
Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, BPIP Undang Mantan Presiden dan Wapres
Langkah Serius DPRD Kaltim: Hak Angket terhadap Gubernur Rudy Mas’ud Resmi Dijadwalkan
Dittipidnarkoba Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Diskotek New Zone Medan
Wabup Dairi Wahyu Daniel Sagala Paparkan Progres Nyata Pembangunan Infrastruktur
Divonis 4 Bulan Penjara, Wakil Gubernur Hellyana Ajukan Banding
Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:49 WIB

Dede Novandi Aklamasi Terpilih Menjadi Ketua FOPI Kabupaten Deliserdang, “Bertekad Wujudkan Deliserdang Lumbung Atlet Petanque di Sumut”

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:20 WIB

Tokoh Adat Papua Laporkan Film “Pesta Babi”, Merasa Dieksploitasi Tanpa Izin

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, BPIP Undang Mantan Presiden dan Wapres

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:04 WIB

Langkah Serius DPRD Kaltim: Hak Angket terhadap Gubernur Rudy Mas’ud Resmi Dijadwalkan

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:12 WIB

Dittipidnarkoba Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Diskotek New Zone Medan

Berita Terbaru