Medan-Mediadelegasi : Lingkungan PT Bank Sumut kembali dihebohkan dengan munculnya kasus dugaan fraud baru yang melibatkan seorang pejabat berinisial SI alias Ai. Kasus ini mencuat di tengah penyelidikan dugaan fraud senilai Rp 1 miliar yang sebelumnya dituduhkan kepada pimpinan bank berinisial MM alias Y.
Menurut sumber terpercaya, dugaan fraud yang dilakukan oleh SI ini berkaitan dengan penggunaan dana promosi saat ia menjabat sebagai kepala cabang. Tim pengawasan internal Bank Sumut disebut-sebut telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap SI. “Iya. Ai juga diperiksa pengawasan. Tapi belum diketahui berapa nilai fraud-nya,” ujar narasumber pada Rabu (10/9/2025).
Aksi audit ini tidak hanya melibatkan pihak internal, tetapi juga pihak eksternal, termasuk para vendor yang bekerja sama dengan Bank Sumut. “Infonya vendor-vendor juga dipanggil untuk dimintai keterangan. Yang pastinya terkait dana promosi,” terang sumber tersebut.
Namun, yang menjadi ironi dalam kasus ini adalah kabar mengenai promosi SI ke posisi yang lebih tinggi. Alih-alih mendapatkan sanksi atau demosi, SI justru dikabarkan diangkat menjadi pimpinan bidang di divisi Dana dan Jasa (DDJ).
Beredar informasi bahwa promosi ini dapat terjadi karena SI dianggap memiliki kedekatan khusus atau dikenal sebagai “anak emas” dari salah satu direksi di Bank Sumut. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen internal bank.
Pihak manajemen Bank Sumut hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini. Saat dikonfirmasi oleh awak media, Sekretaris Perusahaan Suwandi dan Humas Putra Mulia lebih memilih bungkam. Keduanya tidak merespons pesan yang dikirimkan oleh jurnalis.






