Deliserdang-Mediadelegasi: Seorang bayi berusia 9 bulan meninggal dunia 25/12/2025 diduga akibat tidak mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Citra Medika Tembung, Deli Serdang. Keluarga pasien, Fitri (35), warga Bandar Khalifah Pasar 10 Tembung, mengungkapkan kekecewaannya atas pelayanan rumah sakit tersebut.
Menurut Fitri, pihak rumah sakit diduga kurang responsif terhadap kondisi anaknya yang mengalami gejala demam, batuk, dan flu yang diduga disebabkan oleh virus influenza.
“Pihak rumah sakit Citra Medika diduga kurang respon terhadap pasien bayi yang masih berusia 9 bulan, dugaan mengalami penyakit virus influenza, gejala Demam, Batuk dan Flu,” ujar Fitri kepada awak mediadelegasi.id di kediamannya di Jalan Desa Bandar Khalifah Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang, Senin (26/01/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasien Bayi 9 Bulan yang Meninggal Dunia Ditolak Karena Tidak Memiliki Data UHC dan BPJS
Fitri menambahkan, pihak rumah sakit beralasan bahwa anaknya tidak dapat ditangani karena tidak memiliki data UHC (Universal Health Coverage) dan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.
“Karena pasien tidak ada memiliki data UHC dan BPJS, lalu pihak rumah sakit Citra Medika, dari Pegawai Informasi katakan harus ada uang Rp 500 ribu rupiah bu,” sebut Fitri menirukan ucapan petugas rumah sakit.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/corpu-sumut-asn-kompeten-sumut-unggul/
Karena merasa tidak mampu membayar uang muka tersebut dan khawatir anaknya tidak mendapatkan perawatan yang memadai, Fitri memutuskan untuk membawa anaknya ke Rumah Sakit Ganesha Batang Kuis dengan harapan mendapatkan pertolongan yang lebih baik.
Namun, sayangnya, dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut, bayi malang tersebut menghembuskan napas terakhirnya. Fitri menduga, kematian anaknya disebabkan karena tidak mendapatkan pertolongan intensif dari pihak Rumah Sakit Citra Medika.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rumah Sakit Citra Medika Tembung belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penolakan pasien dan permintaan uang muka tersebut. Awak media masih berupaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak rumah sakit.
Kasus ini menjadi sorotan karena kembali mencuatkan isu tentang pelayanan kesehatan yang diskriminatif terhadap pasien yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Masyarakat berharap agar pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












