“Kami berharap upaya pemerataan pembangunan ini dapat lebih menggerakkan perekonomian masyarakat. Kami titipkan jembatan ini kepada masyarakat dan pemerintah setempat untuk dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesan Bobby.
Salah seorang pedagang kebutuhan sehari-hari, Christina Gulo, mengungkapkan bahwa omzet dagangannya meningkat hingga 50% setelah jalan menuju Mandrehe dan Jembatan Noyo diperbaiki. Selain itu, ia juga merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos penyeberangan anak sekolah.
“Sekarang makin banyak orang yang melewati daerah ini, omzet saya meningkat sampai 50%. Anak saya juga tidak perlu lagi membayar uang sampan untuk menyeberang,” kata Christina dengan wajah sumringah.
Peresmian Jembatan Idano Noyo dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, Bupati Nias Yaatulo Gulo, pimpinan DPRD setempat, Forkopimda, OPD terkait Pemprov Sumut, OPD pemerintah daerah setempat, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat membuka aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat Nias, mempermudah transportasi barang dan jasa, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







