Samosir-Mediadelegasi: Kepala Dinas Kominfo Samosir Rohani Bakara mengatakan, dalam adaptasi kebiasaan baru, perlu menghidupkan influencer lintas profesi untuk mengedukasi masyarakat dengan memanfaatkan ruang digital melalui rilis info/videografis pada jejaring sosial dan situs pribadi dan/atau entitas.
Kepada wartawan, Minggu (12/7), di Samosir Rohani memaparkan, menjadi influencer berarti mengedukasi masyarakat cara penerapan protokol kesehatan secara ketat.
Di samping itu, influencer menyebarkan informasi valid dan secara masif terutama pedoman tatanan normal baru yang telah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Samosir.
Menjadi influencer juga menjadi juru kampanye daring yang mengedukasi masyarakat cara hidup ideal di tengah-tengah pandemi. “Juga, seorang influencer dituntut menjadi role model tidak hanya pada tataran artikulasi tetapi juga praktik nyata yang dapat dilihat secara nyata di lingkungannya masing-masing,” tutur Rohani.
Aparat Sipil Negara (ASN), aparat keamanan (Polres/Kodim), Aparat Penegak Hukum (APH), lembaga legislatif, dan seluruh elemen masyarakat lintas profesi menciptakan produk-produk digital dengan narasi komunikasi yang mengedukasi masyarakat melalui kanal sosial (Facebook, Twitter, Instagram, dll.) dan grup Whatsapp/Telegram atau bentuk komunikasi digital lainnya.
Praktisnya, jika ini dapat kita lakukan secara kolektif, sedikitnya kita dapat mengalihkan perhatian masyarakat dari disinformasi dan berita bohong yang ditemukan di jejaring sosial dan situs-situs lain.
“Ada pertanyaan-pertanyaan praktis yang perlu menjadi perenungan bagi kita semua: jika saya seorang dokter, apa yang dapat saya lakukan dalam pelayanan /tindakan medis ?; jika saya seorang guru, apa yang dapat saya lakukan dalam pembelajaran daring?;
Jika saya seorang jurnalis, apa yang dapat saya lakukan untuk menciptakan suasana waspada dan tidak panik?; jika saya seorang pengusaha, apa yang dapat saya lakukan untuk menyediakan barang dengan harga yang stabil tanpa spekulasi?;
Jika saya seorang pekerja sosial, apa yang dapat saya lakukan untuk pembaikan kehidupan sosial masyarakat?; dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan reflektif lintas profesi yang perlu kita renungkan dan lakukan sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan mencintai negeri ini dengan perbuatan-perbuatan kecil yang berdampak semesta.
Juru bicara GTPP COVID-19 Samosir ini juga mengimbau berita-berita yang tidak membawa manfaat positif di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat. D|Med-24|Rel







