Wacana Penghapusan OTT KPK: Kritik dan Polemik di Tengah Upaya Pemberantasan Korupsi

Selasa, 26 November 2024 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Media Delegasi – Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, mengkritik keras wacana penghapusan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Ray, jika wacana ini terwujud, maka keberadaan KPK menjadi tidak relevan.

“Kalau OTT dihapus, sekalian saja KPK dibubarkan,” ujar Ray, aktivis antikorupsi, pada Selasa (26/11/2024).

 

Ray juga menyoroti latar belakang calon pimpinan KPK yang mayoritas berasal dari aparat penegak hukum. Hal ini, menurutnya, berpotensi memengaruhi independensi dalam menjalankan tugas.
“Untuk apa membentuk lembaga baru jika diisi orang-orang yang berasal dari lembaga sebelumnya? Ini hanya menciptakan pemborosan dan inefisiensi,” tegas Ray.

Dia menyarankan agar lembaga ini dikembalikan ke kepolisian atau kejaksaan, mengingat komposisi pimpinan KPK saat ini mayoritas berasal dari kedua institusi tersebut.

 

Ray menyatakan pesimismenya terhadap masa depan KPK jika struktur saat ini terus dipertahankan. Menurutnya, pemberantasan korupsi akan sulit dilakukan oleh lembaga yang dipimpin oleh individu-individu dengan latar belakang aparat.

BACA JUGA:  PPATK Ungkap Keterlibatan Oknum Komdigi dalam Praktik Judi Online, 13.481 Rekening Diblokir

“KPK seharusnya menjadi tempat bagi insan Indonesia yang independen dan peduli pada pemberantasan korupsi di luar struktur kepolisian atau kejaksaan. Tapi, saat ini KPK justru dipimpin oleh alumni dari kedua institusi tersebut. Ini seperti ‘jeruk makan jeruk,’” ungkapnya.

Ray juga menyarankan agar tata kelola KPK dirombak total, termasuk menetapkan syarat bahwa aparat penegak hukum hanya bisa menjadi pimpinan KPK setelah pensiun minimal lima tahun.

 

Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Gedung DPR RI, Selasa (19/11/2024), calon pimpinan KPK, Johanis Tanak, menyampaikan usulan untuk menghapus OTT. Pernyataan ini mendapat sambutan hangat dari anggota Komisi III DPR RI.

“Kalau saya terpilih jadi ketua, saya akan tutup (OTT), karena menurut saya, itu tidak sesuai dengan prinsip KUHAP,” ujar Johanis.

BACA JUGA:  Naik KRL dan Sapa Warga, Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru

Meski menilai OTT kurang tepat, Johanis mengakui bahwa kebijakan tersebut tetap diterapkan oleh pimpinan KPK lainnya atas dasar tradisi lembaga

 

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, sepakat dengan pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut OTT sebagai cara “kampungan.”

“OTT itu hanya merugikan negara. Prosesnya panjang dan boros,” kata Hasbiallah dalam fit and proper test calon Dewan Pengawas KPK di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (20/11/2024).

Ia mencontohkan bahwa investigasi untuk sebuah OTT bisa memakan waktu hingga satu tahun, menghabiskan anggaran besar, dan dianggap kurang efisien.

Dengan wacana penghapusan OTT yang menuai kontroversi, masa depan KPK kembali menjadi sorotan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB