Menurut dia, subsidi dalam bentuk BLT yang diberikan ini merupakan wujud perhatian Pemkot Medan kepada masyarakat terdampak kenaikan BBM, terkhusus yang berkegiatan di bidang transportasi.
“Saat ini, penerima bantuan masih dalam tahap verifikasi di kecamatan. Setelah tahap verifikasi selesai, BLT akan langsung dicairkan,” ujarnya.
Melalui kebijakan tersebut, pihak Pemkot Medan juga turut membantu para penumpang karena hanya membayar tarif sesuai harga lama atau sebelum adanya kenaikan harga BBM.
“Masyarakat dapat men-download aplikasi Sibonas melalui Android, kemudian mendaftar. Setelah itu, masyarakat bisa menaiki angkot yang sudah ada barcode dan menunjukkan barcode dari aplikasi Sibonas itu. Dengan begitu, masyarakat cukup membayar dengan tarif lama sebesar Rp5.000 per estafetnya,” ujar Iswar. D|Red-04