Pesona, Angkat Potensi Prestasi Non-Akademik PTKIN-PTKN

Pesona, Angkat Potensi Prestasi Non-Akademik PTKIN-PTKN
Foto: D|Ist

Bandung-Mediadelegasi: Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Dr H Nispul Khoiri MAg mengatakan Pekan Seni Olah Raga Nasional (Pesona) bukan sekadar membangun dan memperkuat silaturahmi dalam semangat spirit of harmoni, tetapi juga mendorong dan mengangkat potensi prestasi non akademik mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)-Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Kemenag RI termasuk UINSU sebagai salah satu kontingen.

“Pesona ini merupakan proses eksplorasi, mengangkat dan sekaligus uji talenta potensi seni dan olahraga yang dimiliki oleh semua mahasiswa PTKIN-PTKN. Proses keberhasilan itu sangat didukung anggaran besar. Karena memang, bicara olahraga dan seni, itu pasti bicara biaya besar dengan sarana prasarana pendukungnya,” ulas Nispul Khoiri kepada wartawan, sesaat penutupan Pesona 1, oleh Wakil Menteri Agama RI Dr H Zainut Tauhid Saa’di MSi, Jumat (12/8), malam.

Sebagaimana diketahui, Pesona 1 berlangsung di UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak 08 s/d 13 Agustus 2022, Nispul Khoiri menjadi pimpinan kontingen UINSU berhasil menggondol 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu, pada cabang seni membaca Alquran dan menghapal Alquran (30 juz-10 juz) serta 2 harapan 1 pada cabang olahraga dari 23 cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan.

Bacaan Lainnya

Menurut Nispul, selain pembiayaan juga rekrutmen yang harus terukur,  pembinaan yang baik, semangat  tinggi, perhatian dan motivasi pimpinan serta dukungan seluruh civitas akademika. Semua unsur ini mutlak menjadi indikator penting kebutuhan dari  sebuah keberhasilan kompetisi seperti Pesona.

UINSU, kata Nispul, memiliki potensi besar terhadap prestasi non akademik (Olahraga-Seni), mengingat jumlah mahasiswa UINSU saat ini  relatif cukup besar, mencapai 36 ribu mahasiswa. “Saya yakin seluruh potensi seni dan olahraga itu dimiliki oleh mahasiswa kita. Karena itu, UINSU tidak saja mendorong prestasi akademik, tetapi juga sudah saatnya mendorong prestasi non akademik secara maksimal dan sistemik,” ujarnya.

Menurutnya, segala potensi beragam talenta seni dan olahraga yang dimiliki mahasiswa harus diangkat, didorong, dibina sehingga melahirkan atlet-atlet berhasil baik pada ajang nasional maupun internasional.

Bahkan, kata dia, sudah seharusnya memperhatikan potensi talenta terbaik itu mulai pada tingkat pendidikan menengah seperti tingkat Aliyah, SMA dan sejenisnya untuk diajak masuk menjadi mahasiswa UINSU.

“Selama ini UINSU sudah memiliki program sosialisasi, ke depan paradigma program ini harus kita robah, tidak saja sebatas sosialisasi tetapi juga pencarian talenta siswa berprestasi untuk ditawarkan masuk ke UINSU dengan pemberian beasiswa sebagaimana telah dilakukan oleh PTKIN-PTKN lainnya, selanjutnya tinggal pembinaan saja,” ungkap Nispul.

Ajang Pesona 1 ini, selain penguatan silaturrahim antara PTKIN-PTKN juga menjadi uji talenta yang ada. Kami selaku pimpinan UINSU memberikan ruang kepada atlet-atlet mahasiswa untuk melihat, merekam dan menjajal talenta yang ada pada Pesona 1 di Bandung.

Pos terkait