Silaen-Mediadelegasi: Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melakukan sosialisasi terkait bahaya narkoba kepada sejumlah pelajar dan anggota Pemberdaayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Silaen, Jumat (14/4).
“Tujuan dari sosialisasi ini tidak lain, agar para pelajar mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba dan mampu mengantisipasi,” kata Kepala bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Mangapul Pardede dihadapan para peserta sosialisasi di balai pertemuan kantor Camat Silaen.
Dia juga mengingatkan kepada para pelajar agar memahami dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan barang haram tersebut, baik bagi kesehatan dan masa depan para generasi penerus bangsa.
“Perlu adik-adik ingat dampak penyalahgunaan narkotika ini tidak hanya menyasar diri sendiri melainkan, pihak keluarga juga ikut menanggung malu, apabila telah diproses hukum,” katanya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi terhadap pihak sekolah yang telah berperan serta dalam penyuluhan tentang bahaya narkoba.
.
Selain sosialisasi narkoba, pihak Dinkes Toba juga melaksanakan penyuluhan mengenai tentang bahaya Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).
Sebagaimana diketahui, AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.
HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan, pengguna narkoba suntik, pasangan seksual pengguna narkoba suntik, dan bayi yang ibunya positif HIV.
Pada kesempatan itu, Mangapul selain menyosialisasikan bahaya narkoba dan HIV AIDS juga mengedukasi para peserta tentang bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD).
“Sosialisasi pencegahan sebaran DBD di lembaga sekolah cukup penting untuk memberikan edukasi langsung ke siswa maupun guru pendidik,” tambahnya.
Dia mengatakan pelajar diberikan pemahaman cara melakukan pencegahan penularan DBD yang diakibatkan gigitan nyamuk betina Aedes aegypti di lingkungan rumah mereka masing-masing.