Embung IKN, Prabowo Beri Koreksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto Memberikan Perhatian Khusus Pada Aspek Lingkungan Dalam Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto: Ist.

Presiden Prabowo Subianto Memberikan Perhatian Khusus Pada Aspek Lingkungan Dalam Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus pada aspek lingkungan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini ditunjukkan dengan koreksi yang diberikan terhadap desain dan fungsi IKN, khususnya terkait penambahan embung dan pemanfaatan teknologi sensor.

Pentingnya Penambahan Embung Kawasan IKN

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto menekankan pentingnya penambahan embung sebagai bagian integral dari perencanaan kawasan IKN. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi kondisi iklim yang cenderung panas di wilayah tersebut, serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi ancaman serius mengingat IKN berada di pulau dengan tutupan hutan yang luas.

“Desain itu kan dalam artian luas juga ya. Termasuk fungsi itu kan misalnya sebuah kawasannya ini perlu diperhatikan desainnya dan fungsinya, contoh misalnya penambahan embung-embung,” ujar Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/kopdes-merah-putih-pembangunan-sudah-berjalan-8-persen/

Prabowo Subianto menginginkan agar desain pembangunan IKN benar-benar mempertimbangkan langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai risiko lingkungan yang mungkin terjadi. Penambahan embung diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah ketersediaan air, terutama saat musim kemarau, serta membantu mencegah terjadinya karhutla dengan menyediakan sumber air yang memadai untuk pemadaman.

BACA JUGA:  KMDT Sinergi dengan GRIB Jaya Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

“Karena di sana kan masalah iklim, itu kan satu panas, kedua ada potensi karena di wilayah yang pulau yang banyak hutan, ada juga potensi kebakaran hutan,” ungkap Prasetyo, menjelaskan alasan utama di balik perhatian Prabowo terhadap aspek lingkungan dalam pembangunan IKN.

Selain penambahan embung, Prabowo Subianto juga memberikan perhatian pada pemanfaatan teknologi sensor sebagai bagian dari sistem peringatan dini terhadap potensi bencana. Kepala Otorita IKN telah melaporkan sejumlah langkah yang sudah diterapkan, termasuk pemasangan sensor untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time.

Prabowo Subianto meminta agar sistem-sistem tersebut terus diuji coba dan dievaluasi efektivitasnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan benar-benar dapat diandalkan dalam mendeteksi dan mencegah terjadinya bencana, sehingga dapat melindungi masyarakat dan lingkungan di sekitar IKN.

BACA JUGA:  Kewaspadaan UNIFIL Ditingkatkan Usai Prajurit TNI Gugur

“Jadi diminta untuk itu juga dipikirkan desain-desain untuk mengantisipasi dan kemarin Kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa yang metode dipasang sensor. Ini diminta uji coba terus,” kata Prasetyo, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai kota yang cerdas, berkelanjutan, dan tangguh terhadap bencana.

Koreksi yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik IKN, tetapi juga memiliki komitmen yang kuat terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan. Dengan mengintegrasikan aspek lingkungan dalam perencanaan dan desain IKN, diharapkan ibu kota baru ini dapat menjadi contoh bagi pembangunan kota-kota lain di Indonesia yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terbaru