Medan-Mediadelegasi: Program strategis nasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Provinsi Sumatera Utara kini mulai memasuki babak baru. Setelah melalui fase inisiasi, proyek besar ini tengah memfokuskan diri pada pembangunan fisik berupa gerai dan gudang sebagai pusat ekonomi desa.
Berdasarkan data terbaru hingga pertengahan Januari 2026, progres pembangunan fisik di lapangan secara akumulatif telah menyentuh angka 8,64 persen. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara, Naslindo Sirait, mengonfirmasi bahwa aktivitas konstruksi terus dipacu di berbagai titik kabupaten dan kota.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 500 unit gerai dan gudang yang telah melewati proses groundbreaking atau peletakan batu pertama. Kehadiran infrastruktur ini menjadi sangat krusial karena akan berfungsi sebagai pusat distribusi dan pemasaran produk-produk unggulan masyarakat desa di seluruh wilayah Sumut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Progres Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih Capai 8%
Naslindo merincikan bahwa dari total 6.100 Kopdes Merah Putih yang telah terbentuk di Sumatera Utara, sebanyak 527 di antaranya sudah mulai terlihat wujud fisiknya. Angka ini dianggap sebagai awal yang positif untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri telah menetapkan target ambisius untuk merampungkan seluruh fasilitas pendukung koperasi tersebut pada bulan Maret 2026 mendatang. Naslindo menegaskan bahwa pihaknya berupaya keras agar operasional penuh dapat segera dinikmati oleh masyarakat sesuai jadwal.
Namun demikian, Dinas Koperasi dan UKM mengakui adanya dinamika di lapangan yang berpotensi memengaruhi lini masa pembangunan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh beberapa pengurus koperasi di daerah adalah pemenuhan syarat ketersediaan lahan untuk lokasi pembangunan.
Baca juga : https://mediadelegasi.id/lhkpn-bukti-penyelenggara-negara-akuntabel/
Naslindo mengungkapkan bahwa setiap unit gerai dan gudang membutuhkan lahan setidaknya seluas 1.000 meter persegi. Persoalan administrasi lahan dan pembebasan tanah di tingkat desa inilah yang terkadang membuat jadwal pengerjaan bergeser dari estimasi awal yang telah ditetapkan.
Meskipun menghadapi kendala lahan, komitmen pemerintah untuk mengawal program ini tetap teguh. Naslindo menyatakan bahwa pembangunan fisik akan terus “dikebut” semaksimal mungkin, mengingat Kopdes Merah Putih merupakan program nasional yang mendapatkan atensi khusus dari pemerintah pusat.
Dari data Kabupaten Langkat dan Kabupaten Karo menjadi daerah dengan progres groundbreaking terbanyak, masing-masing mencapai 56 dan 52 unit. Sementara itu, wilayah seperti Kabupaten Asahan dan Labuhanbatu juga menunjukkan tren positif dalam memulai konstruksi fisik gudang mereka.
Sebaliknya, beberapa daerah kepulauan dan kota besar masih mencatatkan angka yang cukup rendah. Di wilayah Nias, proses peletakan batu pertama masih terbatas pada unit-unit tunggal, sementara Kota Sibolga tercatat belum memulai pembangunan fisik gerai dari total 17 koperasi yang ada.
Ketimpangan progres antarwilayah ini menjadi evaluasi penting bagi pemerintah provinsi untuk melakukan pendampingan lebih intensif. Naslindo berharap pemerintah daerah setempat dapat membantu memfasilitasi solusi atas kendala lahan agar target Maret 2026 tetap realistis untuk dicapai.
Program Kopdes Merah Putih ini diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi menjadi simbol kemandirian ekonomi desa. Dengan tersedianya gudang dan gerai, rantai pasok produk desa di Sumatera Utara diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.












