Warga NU Gelar Mubes, Terbitkan ”Rekomendasi Seblak” buat PB NU

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Mubes NU di Ponpes Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jumat kemarin. Foto: Ist.

Suasana Mubes NU di Ponpes Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jumat kemarin. Foto: Ist.

Jombang-Mediadelegasi: Musyawarah Besar (Mubes) Warga Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung dengan penuh khidmat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, sejak pagi hingga sore hari, Jumat (28/08/2026).

Forum ini diselenggarakan sebagai wadah inklusif bagi ratusan kader dan jamaah nahdliyin dari berbagai daerah untuk menyuarakan aspirasi, mengevaluasi tata kelola organisasi, serta merumuskan arah baru jam’iyah memasuki abad keduanya.

Rangkaian agenda diawali dengan registrasi peserta dan rapat pleno pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok tematik yang mendalam untuk merumuskan gagasan strategis, hingga diakhiri dengan pleno penutupan.

Acara ini dihadiri oleh ratusan kader serta jajaran tokoh nasional, kiai, dan nyai, seperti Nyai Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Prof. Dr. Mahfud MD, KH Afifuddin Muhajir, hingga H. Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam pembahasan arah politik dan netralitas organisasi, Mahfud MD menegaskan posisi independen jam’iyah agar tidak terseret arus politik praktis.

“NU harus netral dari partai politik, tetapi tetap perlu berpolitik,” ujar Mahfud MD.

Menghadapi perjalanan abad kedua, KH Afifuddin Muhajir menyoroti pentingnya pembaruan dan perbaikan tata kelola internal jam’iyah.

“Nahdlatul Ulama (NU) yang telah berusia lebih dari satu abad perlu menghidupkan kembali tradisi lama dan memperbaiki hal-hal yang telah rusak,” papar KH Afifuddin Muhajir.

BACA JUGA:  Menteri Keuangan Purbaya Targetkan Rupiah Menguat Kembali ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Sementara itu, Nyai Hj Shinta Nuriyah Wahid menggarisbawahi pentingnya mendengarkan suara warga serta penguatan peran perempuan nahdliyin di semua lini.

“Saya dulu juga seorang demonstran. Tahun 1998, saya menjadi demonstran. Memilih ikut bergerak untuk meminta susu bayi harganya diturunkan,” kenang Nyai Shinta Nuriyah Wahid.

Poin-Poin Rekomendasi Seblak

Melalui naskah resminya, Mubes Warga NU menetapkan empat pandangan yang dikemas dalam “Rekomendasi Seblak” (Seblak, nama daerah di Jombang-red):

  1. Menolak Politik Uang dan Transaksional Politik dalam Muktamar: Segala bentuk jual-beli suara, suap, atau gratifikasi atas nama bisyaroh mau pun barang/jasa harus ditolak keras. Kepengurusan NU wajib lahir dari kedalaman ilmu, integritas, dan keteladanan, bukan dari kekuatan finansial.
  2. ⁠Meneguhkan Kemandirian dan Kedaulatan NU
  3. ⁠Menegaskan Keberpihakan NU pada Jamaah Secara Inklusif dan Kemaslahatan Bersama
  4. ⁠Meneguhkan Kepemimpinan Perempuan yang Setara dan Bermakna dalam NU

Atas dasar hal-hal tersebut, Mubes Warga NU menyampaikan beberapa “Rekomendasi Seblak” sebagai hasil Musyawarah Besar Warga NU sebagai berikut:

  1. Bersama-sama menjaga marwah Muktamar ke-35 sebagai forum permusyawaratan tertinggi yang bersih, bermartabat, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
  2. Menolak politik uang dan transaksional politik. Para muktamirin hendaknya tidak memberikan suara kepada siapapun yang menggunakan suap, intimidasi, baik berupa barang, jasa, maupun uang.
  3. Menjauhkan proses Muktamar ke-35 dari intervensi eksternal. Seluruh tahapan Muktamar harus bebas dari politik uang, transaksi kepentingan, dan campur tangan pihak eksternal yang dapat merusak independensi dan kehormatan NU.
  4. Meneguhkan kepengurusan NU yang berintegritas. Siapapun yang kelak memperoleh amanah kepengurusan NU wajib menjadikan integritas, kemandirian, keteladanan, dan khidmah kepada jamaah sebagai fondasi utama dalam menjalankan kepemimpinannya.
  5. Mengembalikan energi NU kepada tujuan hakiki. Muktamar harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran NU dalam menjaga agama, merawat jamaah, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat
  6. Menguatkan politik kewargaan melalui advokasi yang berdampak pada perubahan struktural demi memperkuat kedaulatan ekonomi dan politik.
  7. Mengembangkan gerakan sosial untuk membangun demokrasi kewargaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
  8. Melakukan pendidikan siyasah nahdliyah untuk memperkuat hak-hak kewargaan dan mengembangkan kepemimpinan nahdliyin yang berintegritas.
BACA JUGA:  Kebakaran di Kementerian ATR/BPN Tidak Timbulkan Korban Jiwa

“Semoga pandangan dan rekomendasi Mubes Warga NU ini dijadikan pijakan dalam membangun NU pada abad kedua,” ujar Nur Rofiah, salah satu fasilitator, pasca membacakan hasil dan rekomendasi. D|Red-06.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : MS

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terbaru