Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Tetap Siaga Level III

Kamis, 10 September 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Anak Krakatau. Foto: Ist.

Gunung Anak Krakatau. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali mengalami erupsi pada Kamis (10/9/2026) pagi. Letusan terjadi secara tepat pada pukul 09.10 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 17 detik. Aktivitas vulkanik ini kembali menjadi perhatian publik mengingat status gunung api yang belum lama ini menunjukkan peningkatan aktivitas.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu vulkanik yang terlempar ke udara saat erupsi tidak dapat diamati secara jelas. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kondisi cuaca dan lingkungan di sekitar kawah yang menghalangi pengamatan visual.

Meski kolom abu tidak teramati secara visual, aktivitas letusan tersebut terekam dengan jelas melalui alat pemantau seismograf yang terpasang di lokasi pemantauan. Erupsi tercatat dengan amplitudo maksimum mencapai 47 milimeter dan berlangsung selama durasi sekitar 17 detik sejak awal terjadinya letusan.

“Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 10 September 2026 pukul 09:10 WIB namun tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi ± 17 detik,” demikian bunyi keterangan resmi yang disampaikan PVMBG kepada seluruh pihak terkait maupun masyarakat luas.

BACA JUGA:  Polda Metro Jaya Sebut Ada Upaya Penghambat Penyidikan Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Hingga saat ini, status tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau belum diturunkan dan tetap berada pada Level III atau kategori Siaga. Artinya, gunung api tersebut masih dinilai berpotensi menimbulkan bahaya yang mengancam keselamatan warga maupun pengunjung di sekitar kawasan kawah.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan pada pagi hari yang sama, PVMBG juga mencatat terjadinya tiga kali gempa hybrid atau fase banyak selama periode pengamatan sejak pukul 06.00 WIB. Gempa-gempa tersebut memiliki amplitudo berkisar antara 11 hingga 14 milimeter dengan durasi singkat.

Selain gempa hybrid, aktivitas gunung juga ditandai dengan adanya tremor menerus yang masih terekam secara terus-menerus. Amplitudo getaran tersebut berkisar antara 2 hingga 7 milimeter dengan nilai dominan berada pada angka 3 milimeter, menunjukkan bahwa aktivitas di dalam gunung masih terus berlangsung.

Secara visual, puncak Gunung Anak Krakatau terpantau tertutup kabut dengan tingkat ketebalan bervariasi. Asap kawah tidak dapat diamati dengan jelas akibat tertutupnya kabut. Sementara itu, perangkat pemantauan CCTV yang terpasang di lokasi pengamatan dalam kondisi tidak aktif sehingga tidak dapat digunakan untuk memantau kondisi secara langsung.

BACA JUGA:  Gunung Ibu Erupsi, Kolom Abu 700 Meter ke Langit Maluku Utara

Kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung tercatat berawan dengan angin yang bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara berkisar antara 25,9 hingga 26,1 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 81 hingga 87 persen. Kondisi ini mempengaruhi pengamatan visual namun tidak mengurangi tingkat kewaspadaan yang harus dijaga.

Menyusul terjadinya erupsi tersebut, PVMBG secara resmi mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh pihak agar tidak mendekati kawasan gunung. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius minimal 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” tegas imbauan resmi PVMBG yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat demi menjaga keselamatan bersama.

Pemerintah daerah dan instansi terkait pun diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada warga sekitar. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun selalu waspada dan mengikuti setiap perkembangan informasi resmi dari PVMBG. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli

Berita Terbaru

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Agung Ardiyanto,SH.,MH. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Aswas Kejati Sumut Tegaskan Kedisiplinan Pegawai Saat Apel Pagi

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:08 WIB