Kamrussamad: Pemadaman Listrik & Antrean BBM, Menteri Terkait Harus Dievaluasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara DPP Gerindra Kamrussamad saat berbicara dalam forum evaluasi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Selasa (20/10/2026). Foto: Ist.

Juru Bicara DPP Gerindra Kamrussamad saat berbicara dalam forum evaluasi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Selasa (20/10/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Juru Bicara DPP Partai Gerindra Kamrussamad menyoroti pemadaman listrik bergilir serta antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah daerah. Ia meminta menteri yang bertanggung jawab atas sektor energi segera dievaluasi, mengingat persoalan tersebut berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak.

Pernyataan itu disampaikan Kamrussamad dalam forum debat terbuka bertajuk “2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Menakar Capaian, Tantangan, dan Arah Kebijakan” di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).

“Masa dibiarkan listrik padam menyala bergilir di berbagai daerah? Masa dibiarkan antrean BBM terjadi di beberapa daerah? Berarti kementerian yang bertanggung jawab terhadap keperluan hajat hidup orang banyak harus dievaluasi. Siapa menterinya?” tegas Kamrussamad.

Ia mengingatkan bahwa persoalan pelayanan publik seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika dibiarkan, dikhawatirkan memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

BACA JUGA:  Siapkan Tenaga Kerja untuk Industri EV, Kemnaker Gandeng Dunia Usaha

“Jangan sampai mereka memiliki tujuan tersembunyi untuk menciptakan ketidakpercayaan dari masyarakat,” ujarnya.

Kamrussamad juga menyinggung besarnya alokasi anggaran negara yang disiapkan setiap tahun untuk subsidi dan kompensasi energi serta pangan. Menurutnya, nilainya sudah melebihi Rp500 triliun, sehingga pelaksanaannya wajib memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat.

“Padahal subsidi dan kompensasi setiap tahun sudah kita alokasikan lebih dari Rp500 triliun di dalam APBN untuk kebutuhan energi dan pangan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda turut mengkritik pelaksanaan kebijakan pemerintah. Ia menilai kebijakan yang bertujuan baik tetap perlu ditinjau ulang jika hasilnya belum menyelesaikan masalah di lapangan.

Huda secara khusus menyoroti kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta persoalan rangkap jabatan yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan menghambat kinerja.

BACA JUGA:  Partai Gerakan Rakyat: Ujian Institusional Figur Anies

“Saya sangat setuju menteri yang tidak kompeten harus dievaluasi, bahkan diganti. Kita melihat banyak menteri yang tidak bisa menerjemahkan kebijakan. Contohnya Bahlil Lahadalia,” ungkap Huda.

Menanggapi hal itu, Kamrussamad menegaskan rangkap jabatan di kabinet tidak boleh berlangsung terlalu lama. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas kinerja serta memperlambat penyelesaian masalah yang mendesak.

“Rangkap jabatan tidak boleh terlalu lama. Karena itu akan mengurangi kualitas produktivitas penyelesaian masalah,” tandas Kamrussamad.

Forum ini menjadi salah satu ruang publik yang menggelar penilaian kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran menjelang dua tahun masa jabatan. Berbagai pihak meminta pemerintah merespons keluhan warga terkait ketersediaan energi dan memperbaiki kualitas pelayanan secara menyeluruh. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Imigrasi: Nusron Wahid ke Malaysia lewat Singapura, Belum Diketahui Sudah Pulang atau Belum
Imigrasi: Belum Ada Permohonan Pencekalan Nusron Wahid, Perjalanan ke Malaysia Terkonfirmasi
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali Selasa Pagi, Status Siaga Tetap Berlaku
Tim Advokasi Desak Bareskrim Usut Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran, Ini Daftar yang Diperiksa
Kuasa Hukum Roy Suryo Minta Hakim Hadirkan Ijazah Asli Jokowi di Persidangan
MAKI: Nusron Wahid ke Malaysia, KPK Diminta Jemput Paksa Saat Pulang
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Keluarga Brigadir J Meninggal Dunia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Kamrussamad: Pemadaman Listrik & Antrean BBM, Menteri Terkait Harus Dievaluasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Imigrasi: Nusron Wahid ke Malaysia lewat Singapura, Belum Diketahui Sudah Pulang atau Belum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Imigrasi: Belum Ada Permohonan Pencekalan Nusron Wahid, Perjalanan ke Malaysia Terkonfirmasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali Selasa Pagi, Status Siaga Tetap Berlaku

Berita Terbaru