Asahan-Mediadelegasi: Tempat hiburan malam yang disebut berkedok salon di Kabupaten Asahan kembali menjadi sorotan. Kali ini, muncul dugaan bahwa pemilik Salon Netta, yang dikenal dengan panggilan Ibu Netta, merupakan istri siri seorang personel Polres Asahan berinisial MT yang disebut bertugas di bidang Propam.
Informasi mengenai dugaan hubungan tersebut mencuat setelah Salon Netta sebelumnya menjadi perhatian publik menyusul peristiwa meninggalnya seorang perempuan berinisial W.A yang dilaporkan dibawa ke RSU Bunda Mulia Kisaran pada Senin (12/10/2026).
Berdasarkan keterangan awal, korban diketahui sempat berada di tempat hiburan malam sebelum berpindah ke lokasi lain bersama temannya berinisial T. Di lokasi kedua, korban dilaporkan masuk ke toilet dan tidak kunjung keluar.
Temannya yang curiga kemudian meminta bantuan untuk membuka pintu toilet. Setelah pintu terbuka, korban ditemukan telah tergeletak di dalamnya. Korban selanjutnya dibawa oleh saksi berinisial T, I, dan A ke RSU Bunda Mulia Kisaran untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Peristiwa tersebut sebelumnya dikaitkan dengan dugaan overdosis. Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan sampel darah di laboratorium forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara.
Saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (22/10/2026), Kanit Narkoba Asahan, Eko, memilih tidak memberikan komentar terkait informasi mengenai Salon Netta, identitas pemiliknya, maupun dugaan hubungan dengan personel kepolisian berinisial MT.
“Izin bg, kalau untuk masalah Salon Netta dan apa serta siapa pemilik dan hubungannya dengan oknum yang abang sampaikan tersebut, kami izin gak mau berkomentar yah bg,” tegas Eko saat dikonfirmasi wartawan.
Namun, terkait informasi mengenai seorang perempuan (W.A) yang meninggal dunia setelah diduga menjadi salah satu pengunjung tempat hiburan malam tersebut, Eko membenarkan informasi tersebut.
Sikap Eko yang tidak memberikan komentar mengenai dugaan hubungan pemilik Salon Netta dengan personel kepolisian tersebut membuat informasi itu masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait. Belum ada keterangan yang dapat memastikan kebenaran dugaan pernikahan siri maupun keterkaitan hubungan tersebut dengan operasional tempat usaha itu.
Publik pun menantikan penjelasan dari pihak terkait, termasuk Polres Asahan, untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Klarifikasi diperlukan agar persoalan ini terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga rilis ini disusun, dugaan pernikahan siri tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan, sementara setiap dugaan pelanggaran perlu ditindaklanjuti berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan yang sah. D|Red.
Penulis : IAS
Editor : Alan
Sumber Berita: Biro Labuhan Batu Utara






