Bangkai Kapal Pelatih Valencia Ditemukan Di Pulau Komodo

Bangkai Kapal Pelatih Valencia
Bangkai KM Putri Sakinah Ditemukan di Selat Padar, Satu Jenazah Berhasil Dievakuasi. (Foto:Ist)

NTT-Mediadelegasi : Upaya pencarian intensif terhadap kapal pinisi yang membawa keluarga pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, membuahkan hasil memilukan. Bangkai kapal tersebut ditemukan terdampar di pesisir Pantai Pede, Pulau Komodo, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penemuan ini menjadi titik terang setelah kapal bernama Putri Sakinah itu dinyatakan hilang selama beberapa hari. Namun, suasana haru menyelimuti lokasi penemuan karena tim penyelamat menemukan salah satu jenazah anggota keluarga di dalam kabin kapal yang telah rusak tersebut.

Berdasarkan analisis titik koordinat, bangkai kapal tersebut ditemukan terdampar cukup jauh dari lokasi awal dilaporkannya kecelakaan. Jaraknya mencapai 7,48 mil laut atau setara dengan sekitar 14 kilometer dari titik tenggelam di perairan Selat Pulau Padar.

Tim SAR gabungan melaporkan bahwa bangkai kapal tersebut baru terdeteksi pada Selasa (6/1/2026) kemarin. Kapal pinisi tersebut diduga terseret arus bawah laut yang sangat kuat serta hantaman gelombang selama berhari-hari sebelum akhirnya terhempas ke bibir pantai di Pulau Komodo.

Baca juga : https://mediadelegasi.id/tim-sar-terus-cari-korban-kapal-tenggelam-di-labuan-bajo-satu-jenazah-ditemukan/

Sebelumnya, musibah memilukan ini terjadi pada malam hari tanggal 26 Desember 2025 lalu. Kapal Putri Sakinah yang ditumpangi Fernando beserta anak dan istrinya dilaporkan mengalami kecelakaan hebat hingga tenggelam saat sedang menikmati masa liburan akhir tahun di wilayah perairan NTT.

Saat bangkai kapal ditemukan, fokus utama tim evakuasi adalah memeriksa bagian dalam dek. Di lokasi tersebut, tim menemukan satu jenazah anak laki-laki yang diidentifikasi merupakan putra dari Martin Carreras Fernando, yang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang hilang.

Hingga saat ini, diketahui bahwa ada dua orang putra Fernando yang dilaporkan hilang dan menjadi target utama operasi pencarian tim SAR gabungan. Kedua anak tersebut masing-masing masih berusia sangat muda, yakni 9 dan 10 tahun, yang ikut serta dalam perjalanan wisata tersebut.

Penemuan satu jenazah ini memberikan kepastian mengenai keberadaan salah satu korban, meski identitas spesifik antara sang kakak atau adik masih dalam proses identifikasi lebih lanjut. Tim evakuasi segera membawa jenazah tersebut menuju fasilitas kesehatan terdekat di Labuan Bajo.

Setelah penemuan jenazah pertama tersebut, tim SAR gabungan tidak langsung menghentikan operasi. Mereka memutuskan untuk melakukan tindakan penyelaman teknis ke dalam bagian kapal yang masih terendam air guna memastikan tidak ada korban lain yang terjebak di area sempit.

Sejumlah penyelam profesional dikerahkan untuk menyusuri setiap sudut ruangan dan kamar-kamar yang ada di dalam kapal pinisi Putri Sakinah. Proses ini dilakukan dengan ekstra hati-hati mengingat struktur kayu kapal yang sudah mulai rapuh akibat hantaman karang dan tekanan air.

Meskipun pencarian telah dilakukan secara menyeluruh ke seluruh kompartemen kapal, tim SAR melaporkan bahwa hasilnya nihil untuk korban kedua. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan putra Fernando yang lainnya di dalam bangkai kapal yang terdampar tersebut.

Operasi SAR gabungan kini direncanakan akan kembali diperluas ke sekitar area perairan Pantai Pede dan jalur lintas arus antara Pulau Padar dan Pulau Komodo. Pemerintah setempat dan pihak konsulat diharapkan terus berkoordinasi untuk memberikan dukungan bagi keluarga Fernando yang tengah berduka.D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

 

Pos terkait