Pedagang Daging Babi Geruduk Kantor Wali Kota Medan

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi pedagang dan konsumen daging babi di Medan berunjuk rasa di kantor Wali Kota pada 26 Februari 2026 menuntut pencabutan surat edaran Wali Kota Medan Tahun 2026. Foto: Miranda

Aliansi pedagang dan konsumen daging babi di Medan berunjuk rasa di kantor Wali Kota pada 26 Februari 2026 menuntut pencabutan surat edaran Wali Kota Medan Tahun 2026. Foto: Miranda

Medan-Mediadelegasi: Massa yang tergabung dalam Aliansi Aksi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis (26/2/2026) siang. Aksi ini dilakukan untuk menuntut pencabutan surat edaran Wali Kota Medan terkait penataan dan pengelolaan limbah penjualan daging non-halal.

Jeritan Pedagang Daging Babi: SE Wali Kota Hantui Ekonomi Keluarga

Massa aksi menilai bahwa kebijakan tersebut berdampak langsung pada keberlangsungan usaha dan kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Mereka khawatir kebijakan ini akan mematikan usaha para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari penjualan makanan berbahan dasar daging babi.

Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Para demonstran membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah kota mencabut surat edaran yang dinilai merugikan pelaku usaha kecil dan pedagang makanan.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Ajak OPD Konsisten Laksanakan Rekemondasi BPK

Orator aksi, Boydo Panjaitan, menegaskan bahwa persoalan ini bukanlah isu agama, melainkan menyangkut penghidupan masyarakat. Ia mengatakan bahwa banyak ibu-ibu yang menangis dan marah karena kebijakan ini mengancam kesejahteraan keluarga mereka.

“Ibu-ibu kami sudah menangis, ibu-ibu kami sudah memanggil, ibu-ibu kami sudah marah. Bapak ini menyangkut makanan kami. Karena ini menyangkut anak-anak kami. Karena ini menyangkut sekolah anak-anak kami,” kata Boydo dengan nada emosional.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/anak-riza-chalid-hadapi-vonis-kasus-korupsi-minyak/.

Boydo juga menuding Wali Kota Medan tidak berani menemui langsung para demonstran. Ia bahkan melontarkan kalimat sindiran yang cukup keras. “Kalau berwibawa keluar, kalau gak berani keluar pakai rok aja,” ujarnya.

Massa aksi mendesak Wali Kota Medan untuk menemui langsung perwakilan demonstran guna memberikan penjelasan dan solusi atas polemik yang terjadi. Mereka ingin agar Wali Kota Medan mendengarkan aspirasi mereka dan mempertimbangkan kembali kebijakan yang telah dikeluarkan.

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Pimpin Apel Bersama Dinas SDABMBK, Tekankan Kualitas Pelayanan

“Atau kami yang masuk,” teriak salah seorang pengunjuk rasa. Mereka merasa tidak dihargai karena Wali Kota Medan tidak bersedia menemui mereka secara langsung.

Pihak Pemkot Medan sebenarnya telah mempersilahkan perwakilan dari massa aksi untuk menemui Wali Kota Medan, Rico Waas. Namun, sebagian pengunjuk rasa menolak tawaran tersebut dan tetap mendesak agar Wali Kota Medan keluar menemui mereka secara langsung.

Aksi unjuk rasa ini menunjukkan betapa sensitifnya isu penataan dan pengelolaan limbah penjualan daging non-halal di Kota Medan. Pemerintah kota perlu mengambil langkah-langkah yang bijaksana dan mempertimbangkan seluruh aspek agar tidak merugikan masyarakat. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai: 6 Bulan Belum Ada Tersangka, Masyarakat Desak Kejati Sumut Transparan
Stadion Teladan Medan 5 Tahun Tak Rampung, Rico Waas Kejar Deadline!
Jelang Mubes HBB, Tokoh Batak Serukan Persatuan dan Kolaborasi
Lamsiang Sitompul Ajak Tokoh Batak Hadiri Audiensi HBB di Medan
Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:08 WIB

HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:04 WIB

BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai: 6 Bulan Belum Ada Tersangka, Masyarakat Desak Kejati Sumut Transparan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Stadion Teladan Medan 5 Tahun Tak Rampung, Rico Waas Kejar Deadline!

Berita Terbaru