Medan-Mediadelegasi: Di balik riuh rendah Kota Medan, sebuah potret pendidikan yang memprihatinkan tersaji di Jalan Pertahanan No. 26, Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat. Di sanalah berdiri Sekolah Dasar Swasta Sinar Bahagia, sebuah institusi pendidikan yang kini berjuang bertahan hidup di tengah minimnya perhatian, dan Pada Hari Kamis, 08 Januari 2026 tim Bang Benny Centre (BBC) yang dipimpin langsung oleh Benny Andhika ST bersama Dody Permana SE, menyambangi sekolah tersebut.
Kedatangan mereka disambut hangat dengan suasana haru di sebuah ruangan sempit berukuran 2×2 meter yang berfungsi sebagai kantor kepala sekolah, terlihat Ibu Mawar, sang kepala sekolah, duduk lesu menyandarkan harapan.
Baca Juga: https://mediadelegasi.id/atlet-sea-games-terima-bonus-miliaran-dari-pemerintah/
Sekolah ini hanya memiliki 90 siswa yang dibimbing oleh 6 orang tenaga pengajar.
Namun, yang mengejutkan adalah dedikasi luar biasa di balik angka tersebut. Ibu Mawar mengungkapkan bahwa dirinya telah mengabdi sejak tahun 1980.
“Kami mengelola sekolah ini dengan penuh keikhlasan. Guru-guru di sini hanya dibayar Rp500 ribu per bulan, sementara SPP siswa hanya Rp30 ribu. Itu pun seringkali sulit,” tutur Ibu Mawar dengan nada bergetar.
SD Sinar Bahagia Terima Penyaluran Bantuan dari BBC
Melihat kondisi tersebut, Benny Andhika ST menyatakan bahwa kunjungannya bukan sekadar seremoni. Selain menyalurkan bantuan berupa makanan bergizi untuk murid dan guru, Bang Benny Centre (BBC) hadir untuk membawa misi yang lebih besar.
“Kami datang menyalurkan amanah dari Hamba Allah. Namun lebih dari itu, kami ingin melihat langsung kesenjangan yang terjadi di sini.
Kami akan berupaya agar Sekolah Dasar Sinar Bahagia mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” ujar Benny di sela-sela kegiatannya.






