Medan-Mediadelegasi : Keberhasilan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution dalam menghadirkan berbagai event olahraga internasional dinilai sebagai capaian strategis yang berdampak besar bagi pembangunan ekonomi, citra daerah dan perkembangan sport tourism di Sumut.
Bahkan, beberapa pengurus cabang olahraga tingkat pusat seperti PASI dan PBVSI memuji sarana olahraga yang ada di Sumut.
Hal ini disampaikan Pengamat Olahraga sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan (UNIMED), Agustin Sastrawan Harahap.
Agustin menilai meningkatnya kepercayaan pemerintah pusat dan organisasi olahraga internasional terhadap Sumut tidak terjadi secara tiba-tiba. Melainkan hasil dari komitmen kuat Gubernur Bobby Nasution dalam memperbaiki tata kelola penyelenggaraan event serta memaksimalkan venue berstandar internasional pasca-PON 2024.
Ia menyebut sejumlah event kelas dunia yang sukses digelar di Sumut menjadi indikator nyata peningkatan reputasi daerah, seperti F1H2O di Danau Toba, The 17th SEA U18 & U20 Athletics Championships, Indonesia Masters 2025 Super 100, Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumut, International Pencak Silat Indonesia Open Championship, hingga lomba Trail of The King di Samosir.
“Pemanfaatan venue olahraga yang kini berstandar internasional merupakan langkah efisien dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurutnya, Gubernur Bobby Nasution memiliki visi jangka panjang dalam menjadikan Sumut sebagai pusat baru penyelenggaraan event olahraga nasional maupun internasional.
Ia juga menegaskan bahwa event olahraga telah memberikan efek ekonomi yang kuat. Peningkatan hunian hotel, transportasi, UMKM, hingga kunjungan wisatawan menjadi bukti bahwa sport tourism di Sumut berkembang signifikan.
Para pelaku UMKM disebut merasakan langsung peningkatan omzet, sementara Danau Toba semakin sering mendapat paparan media internasional.
Agustin menilai bahwa faktor utama keberhasilan ini terletak pada kepemimpinan Gubernur Bobby Afif Nasution yang dianggap visioner, komunikatif, dan mampu membangun kolaborasi lintas sektor.






