BP TCUGGp Sumut Gandeng 12 Mitra Strategis

BP TCUGGp Sumut Gandeng 12 Mitra Strategis
General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) Dr. Azizul Kholis (ketiga kiri) disaksikan Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung (kedua kiri), menyerahkan naskah kesepahaman bersama (MoU) dengan mitra strategis BP TCUGGp, di aula kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut, Medan Estate, Selasa (18/2). Foto: dok-BP TCUGGp.

Medan-Mediadelegasi:  Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp)  Sumatera Utara  (Sumut)  menggandeng 12 mitra strategis sebagai salah satu upaya meraih kembali status kartu hijau atau  green card  UNESCO yang pada 2023 turun menjadi yellow card (kartu kuning).

Dengan difasilitasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Sumut, BP TCUGGp  melakukan penandatanganan MoU dan MoA dengan 12 partner strategis dari tiga  klaster, di Medan, Selasa  (18/2).

Tiga klaster tersebut,  masing-masing klaster sosial-pendidikan, klaster teknologi digital, klaster manajemen pengelolaan, dan klaster konservasi lingkungan/museum/kebudayaan.

Bacaan Lainnya

“Seluruh MoU dan MoA ini adalah bentuk komitmen awal sebagai bagian dari program keterlibatan masyarakat luas yang memiliki perhatian dan keinginan tulus berkontribusi untuk Taman Bumi Kaldera Toba,” kata General Manager BP TCUGGp Dr Azizul Kholis SE MSi, M.Pd, CMA,  CSRS.

Sebab, lanjutnya, segala sesuatunya harus diawali dengan niat baik dan semangat gotong royong.

Azizul Kholis mengatakan, ada tiga  substansi penting yang harus dilakukan bersama 12 mitra strategis tersebut.

Pertama, berkaitan dengan konservasi lingkungan, kedua, adaptasi teknologi, ketiga, pendidikan dan ketiga, pemberdayaan masyarakat di kawasan Toba Caldera.

Pada tahap berikutnya, MoU dan MoA ini akan menjelma menjadi implementasi kegiatan di lapangan (on site), baik dalam bentuk penelitian, dan pemberdayaan sosial ekonomi berbasis daya dukung lingkungan geopark.

Implementasi kegiatan lainnya, yakni   konservasi, edukasi, tanggap bencana, dan berbagai sisi lainnya yang mendukung prinsip dan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT)  Edison Manurung, yang turut menyaksikan penandatanganan ini mengharapkan semua pihak dapat mengimplementasikan kontribusinya masing-masing sesuai kesanggupan dan sesuai dengan bidang prioritasnya.

“Pada akhirnya, semua urusan ini adalah gotong royong, saling menyingsingkan lengan, dan saling merendahkan hati,”. ujar Edison. D/Red

Pos terkait