Keberagaman yang selama ini menjadi kekayaan Kota Medan, sambung Juvinando, sedikit tercoreng karena surat edaran penertiban daging non halal. Situasi dinilai makin tidak kondusif karena ada kesan membiarkan aksi massa Aliansi Umat Islam di depan kantor Walikota Medan pada Selasa 3 Maret 2026.
“Sebagai pimpinan yang bijak harus berani menolak aksi ini demi menjaga stabilitas daerah kita. Kecuali kalau pimpinan itu sendiri ingin show power atau melakukan aksi tandingan terhadap aksi sebelumnya yang seolah-olah menunjukkan bahwa beliau mendapat dukungan yang besar juga.
Namun semua unsur berhak menyampaikan pendapat masing-masing tapi janganlah membawa isu SARA yang berujung terhadap perpecahan,” kata Juvinando.
Terpisah, Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Sumut Martin Siahaan berharap tidak ada tindakan provokatif berkelanjutan dari Walikota Medan Rico Waas.
“Harapan kita semoga adanya pembicaraan yang baik dan tidak provokatif dalam tindakan. Harapan kepada walikota agar lebih hati hati ke depannya,” kata Martin. D-Red








