Sorotan tajam juga diarahkan pada akun Mosato TV yang menyebarkan narasi bahwa JK sedang merancang upaya makar terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Konten tersebut secara eksplisit menuduh adanya “indikasi kemunafikan” di mana JK memuji Prabowo di depan publik namun merencanakan penggulingan di balik layar melalui diskursus fitnah ijazah sebagai alat politik.
“Ada kalimat dia yang sangat fatal menurut kami. Ini adalah tuduhan telak yang tidak bisa dibiarkan begitu saja karena menyangkut stabilitas keamanan negara dan martabat seorang tokoh bangsa,” ungkap Abdul saat menjelaskan poin-poin keberatan dari tim hukum bentukan Jusuf Kalla.
Abdul menduga bahwa akun-akun YouTube yang menyebarkan diskursus fitnah ijazah ini memiliki afiliasi politik tertentu dengan lingkaran kekuasaan sebelumnya. Ia memberikan petunjuk melalui aktivitas akun YouTuber Nusantara yang belum lama ini merayakan hari jadinya di Solo, Jawa Tengah, yang merupakan kota asal dari Presiden ke-7 Indonesia.
“Ya nanti ditafsirkan sendirilah. Karena mereka ini juga kemarin baru merayakan satu tahun YouTuber Nusantara di Solo,” jelas Abdul. Pernyataan ini menyiratkan adanya dugaan gerakan terorganisir yang sengaja menyerang tokoh-tokoh tertentu guna mengalihkan perhatian publik dari isu-isu nasional yang jauh lebih krusial.
Kini, laporan tersebut telah resmi diterima oleh pihak kepolisian dan masyarakat luas tengah menanti perkembangan penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini diprediksi akan menjadi ujian besar bagi penegakan hukum dalam menangani penyebaran berita bohong dan fitnah di era digital yang semakin kompleks dan cepat berubah. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







