Diskusi, Bobby ‘Kuliti’ Pandemi Sebagai Tonggak Awal Adaptasi

Medan – Mediadelegasi:  Ada hal menarik dari sosok Bobby Afif Nasution, selain sebagai pelaku usaha, ternyata punya segudang cakrawala dalam memandang persoalan di tengah-tengah masyarakat dan mampu menyimpulkan solusinya.

Pria  yang lahir dan dibesarkan di Sumatera Utara itu juga terbilang cakap mengupas alias menguliti persoalan, hingga menemukan siasat-siasat yang terbilang jitu dalam menghadapi situasi dan keadaan yang sulit.

Seperti persoalan Pandemi yang serangannya sampai ke tingkat akar rumput atau masyarakat arus bawah, ternyata pria yang akrab disapa Bobby tersebut, juga punya seabrek data, bahkan memetiknya sebagai hikmah di balik kesulitan pada bencana nonalam yang tak hanya menerpa Indonesia, namun dunia.

Terhadap masyarakat pemuda, Bobby juga punya wejangan yang luar biasa, terkhusus terhadap pemanfaatan teknologi guna menunjang kemudahan dalam berkarir maupun berusaha pada masa sulit, juga menjadikannya sebagai tonggak inovasi di kemudian hari.

“Pandemi ini adalah sebagai tonggak awal kita masyarakat Indonesia untuk beradaptasi,” kata Bobby Afif Nasution memulai pemaparan ilmiahnya sebagai nara sumber pada Diskusi Publik yang digelar PKC PMII Sumut, di Hotel Garuda Plaza, Sabtu (15/8)   

Musim Pandemi ini, seyogianya menjadikan masyarakat Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara beradaptasi kepada Pemuda. “Apalagi pemuda khususnya para mahasiswa, selain energik juga punya segudang siasat untuk menggapai tujuan,” papar Bobby memberikan motivasi kepada mahasiswa.  

Menurutnya data yang dihimpun, paeda masa pandemi ini yang diprediksi pasar modal, akan hancur lebur, namun ternyata trendnya terus meningkat, sehari bisa naik Rp3 triliun, bahkan 60 persen saham telah diambilalih masyarakat.  

Dan kalau dizoom alias ditelisik lebih jauh lagi, rinci Bobby, isi pemegang saham pasar modal itu adalah dominan pemuda. “Di sini artinya pemuda menjadi pemain baru di masa pandemi,” ulasnya mengupas alias kuliti data di bidang usaha.    

Dari tren pasar modal tersebut memberikan petunjuk bahwa pemuda atau pengusaha muda memiliki banyak siasat dalam menghadapi pandemi yang memberikan efek pada dunia usaha hingga ke tingkat UMKM itu.

Oleh karena itu, pemuda khususnya di Kota Medan sudah seharusnya berinovasi pada teknologi. “Jangan lagi para pemuda khususnya mahasiswa hanya menjadikan tekhnologi untuk hal yang biasa-biasa atau chating-chating untuk lirik sana-lirik sini lawan jenis,” ungkapnya bernada humor, hingga suasana diskusi tampak lebih rileks dan santai.

Pos terkait