Elisabeth Nurhaini Butarbutar Jadi Guru Besar Unika Santo Thomas

Elisabeth Nurhaini Butarbutar Jadi Guru Besar Unika Santo Thomas
Dari Kiri ke Kanan: Ketua Yayasan Unika Santo Thomas Anton S Tampubolon, Wakil Rektor III Carles Sitindaon MT, Wakil Rektor IV Godlif Sianipar, Rektor Unika Santo Thomas Prof Dr Maidin Gultom SH MHum, Prof Dr Elisabeth Nurhaini Butarbutar SH Mhum pada pengukuhan Guru Besar Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Bina Media Convention Hall Jl Setia Budi, Tanjungsari Medan Selayang, Jumat (11/8). Foto: D|limbong

Good Faith

Sementara  Ketua Yayasan Unika Santo Thomas Anton S Tampubolon mengucapkan terima kasih kepada Prof Dr Drs Saiful Anwar Matondang MA PhD yang senantiasa memberi dukungan kepada Unika Santo Thomas. Juga kepada Polda Sumut, Kodam I Bukit Barisan, para pejabat pemerintah, Asosiasi, secara khusus kepada keluarga Prof Dr Elisabeth Nurhaini Butarbutar SH Mhum. “Selamat atas pencapaian yang diraih,” ujarnya.

Lebih jauh Anton S Tampubolon mengungkapkan, Profesor atau guru besar adalah penanda atau signifier yang mempresentasikan antara jabatan dan makna secara bersamaan. “Jatidiri profesor sebagai guardian of academic authority Entity. Pengukuhan guru besar adalah momentum awal babak baru memasuki tugas dan tanggung jawab tertinggi sebagai dosen sesuai amanat Undang-Undang,” ujarnya.

Anton S Tampubolon mengatakan, orasi yang disampaikan Prof Elisabeth Nurhaini Butarbutar sudah sangat menarik. Dia mengharapkan orasi ilmiah yang disampaikan Merupakan kebaruan dari hasil pemikiran seorang cendikiawan.

 “Ada kata-kata etiket baik atau good faith. Untuk menghindari perkara perkara duniawi, Yayasan Santo Thomas  akan selalu mencoba mendampingi seluruh sivitas akademika untuk perwujudan jatidiri Katolik sebagai nilai sama dengan Good Faith tersebut,” katanya.

Dia berharap, empat tahun ke depan Unika Santo Thomas akan sejajar dengan universitas bereputasi internasional dan nasional dan program-program di Unika harus berarah kepada kualitas yang diterminilogikan dengan universitas unggul.

“Dengan pengukuhan guru besar ini adalah momentum yang akan terus dilanjutkan supaya guru besar dari fakultas-fakultas di Unika Santo Thomas juga segera menyusul,” harapnya. D|Med-lim

Pos terkait