Hilirisasi Timah: ESDM Kaji Setop Ekspor

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Foto: Ist.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengambil langkah tegas dengan menyetop ekspor komoditas mineral seperti bijih nikel. Langkah ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Ke depan, Bahlil menyatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji penyetopan ekspor beberapa komoditas lainnya, termasuk timah. Hal ini dilakukan untuk mendorong investasi di dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja.

“Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit. Dan tahun ke depan, kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain, termasuk timah. Tidak boleh lagi kita ekspor barang mentah. Silakan teman-teman membangun investasi di dalam negeri,” pintanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).

18 Proyek Hilirisasi Prioritas Nasional 2026

Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan 18 proyek hilirisasi sebagai prioritas nasional 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp 618 triliun. Proyek-proyek ini mencakup berbagai sektor strategis dan ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini.

BACA JUGA:  Gubernur Bobby Nasution Dorong Inovasi Hilirisasi Produk Unggulan Sumut, Optimis Anak Sumut Mampu Ciptakan Inovasi

Proyek-proyek tersebut mencakup bauksit, nikel, gasifikasi batu bara, hingga kilang minyak. Produk hasil hilirisasi ini ditargetkan menjadi barang yang dapat menggantikan barang-barang impor dari luar negeri.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/kurve-asri-bobby-bersihkan-pantai-sorake

Bahlil mengundang investor nasional, termasuk sektor perbankan, untuk masuk menyuntikkan dananya pada proyek strategis nasional ini. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam mendukung hilirisasi.

“Semua produknya adalah untuk melahirkan substitusi impor. Ini captive market dalam negeri. Nah ini kesempatan perbankan untuk membiayai. Jangan sampai kalian tidak biayai lagi, nanti dikira hilirisasi itu hanya nilai tambahnya dikuasai oleh teman-teman kita dari luar negeri,” tuturnya.

Bahlil memandang hilirisasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mencontohkan pelarangan ekspor bijih nikel pada 2018-2019, yang berbuah manis dengan total ekspor nikel mencapai 10 kali lipatnya pada periode 2023-2024.

BACA JUGA:  Golkar Tanggapi Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” yang Viral di Media Sosial

“Total ekspor nikel kita tahun 2018-2019 itu hanya USD3,3 miliar. Dan kemudian begitu kita melarang ekspor, di 2024 itu total ekspor kita sudah mencapai USD 34 miliar. 10 kali lipat hanya dalam waktu 5 tahun. Inilah kemudian yang menjadi dorongan pertumbuhan ekonomi yang merata, menciptakan lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Hingga 2040, program hilirisasi di berbagai sektor diprediksi akan mendatangkan investasi hingga USD618 miliar. Dari jumlah itu, USD 498,4 miliar datang dari subsektor mineral dan batubara (minerba) dan USD 68,3 miliar dari minyak dan gas bumi (migas).

Hilirisasi juga diproyeksikan mendatangkan ekspor USD 857,9 miliar, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) USD 235,9 miliar, hingga lebih dari 3 juta tenaga kerja. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar hilirisasi bagi perekonomian Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat
Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat
DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto
Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI
Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja
BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:19 WIB

DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB