Sangihe-Mediadelegasi: Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Kamis (8/10/2026) pukul 15.07 WIB. Getaran dirasakan warga di sejumlah wilayah, namun hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pusat gempa atau episentrum berada pada koordinat 5,66 derajat Lintang Utara dan 125,19 derajat Bujur Timur. Lokasi ini berada di perairan tidak jauh dari daratan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kedalaman pusat gempa tercatat hanya 10 kilometer di bawah permukaan tanah. Karena kedalamannya yang relatif dangkal, getaran dapat dirasakan cukup jelas oleh warga, meskipun kekuatan yang tercatat tidak menimbulkan kerusakan yang luas.
BMKG secara tegas menyatakan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan ini disampaikan guna menenangkan masyarakat yang khawatir menyusul peristiwa gempa bumi yang berpusat di laut.
Meski ancaman tsunami dipastikan tidak ada, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Getaran yang muncul setelah gempa utama terkadang masih dapat dirasakan dan berpotensi menimbulkan kerusakan tambahan pada bangunan yang sudah tidak kokoh.
Pihak berwenang mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Seluruh perkembangan terkini sebaiknya dipantau melalui saluran resmi BMKG maupun instansi terkait agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan diterima oleh tim pemantauan mengenai adanya kerusakan bangunan, fasilitas umum, maupun korban jiwa akibat peristiwa ini. Pemerintah daerah setempat terus berkoordinasi dengan aparat di lapangan guna memastikan situasi terkendali.
Warga yang merasakan getaran diimbau untuk tetap tenang, menjauhi bangunan yang terlihat retak, dan mengikuti arahan keselamatan dari pihak berwenang. Jika berada di dalam rumah, segera lindungi diri di bawah meja yang kokoh hingga getaran berhenti.
Kegiatan pemantauan pasca-gempa terus dilakukan oleh petugas BMKG di wilayah Sulawesi Utara. Hal ini bertujuan untuk memantau aktivitas kegempaan yang masih berlangsung serta memberikan peringatan dini apabila diperlukan.
Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Kesabaran dan ketenangan bersama sangat dibutuhkan agar penanganan pasca-gempa dapat berjalan lancar tanpa gangguan berita yang menyesatkan.
BMKG juga mengingatkan bahwa wilayah Sulawesi Utara berada di jalur pertemuan lempeng tektonik yang aktif, sehingga aktivitas kegempaan merupakan hal yang wajar terjadi. Kewaspadaan perlu dijaga setiap saat tanpa harus berlebihan atau panik.
Pemerintah daerah akan memastikan sarana dan prasarana penting tetap berfungsi baik guna menjaga pelayanan kepada masyarakat. Koordinasi antar instansi diperkuat guna merespons dengan cepat apabila ada perkembangan yang memerlukan tindak lanjut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan







