Kader HMI Sabet Juara Orasi

Kader
Foto: Hendra.

Medan-Mediadelegasi: Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumatera Utara menjadi saksi torehan prestasi membanggakan dari kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Rizqi Almaajid berhasil meraih Juara I Orasi Ilmiah dalam kegiatan Gebyar Insan Cita yang diselenggarakan oleh BADKO Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara, Sabtu (7/2/2026). Acara ini digelar dalam rangka memperingati Dies Natalis HMI ke-79.

Wadah Bagi Para Kader HMI

Gebyar Insan Cita menjadi agenda strategis untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual, dialektika pemikiran, serta keberanian menyampaikan gagasan di ruang publik. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para kader HMI untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan ide-ide konstruktif bagi kemajuan bangsa.

Rizqi Almaajid, dalam orasi ilmiahnya, menyampaikan gagasan kritis mengenai tantangan generasi muda di tengah dinamika sosial, politik, dan moral bangsa saat ini. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa, khususnya kader HMI, sebagai insan akademis, insan pencipta, dan insan pengabdi, sebagaimana cita-cita HMI.

Bacaan Lainnya

“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Nilai-nilai keislaman harus menjadi landasan dalam berpikir dan bertindak, sehingga setiap tindakan yang dilakukan senantiasa membawa keberkahan dan kemaslahatan,” ujarnya dalam orasi tersebut.

Orasi yang disampaikan Rizqi dinilai mampu memadukan ketajaman analisis, kekuatan retorika, serta kedalaman substansi yang relevan dengan realitas masyarakat. Ia mampu mengupas berbagai permasalahan yang dihadapi generasi muda saat ini, serta memberikan solusi yang konstruktif dan aplikatif.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/dugaan-kongkalikong-warnai-proyek-renovasi-gedung-di-medan/

Ketua BADKO HMI Sumatera Utara, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Rizqi Almaajid. Ia berharap, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi kader HMI lainnya untuk terus mengasah kapasitas intelektual, keberanian berpikir kritis, serta komitmen pengabdian dalam bingkai Islam dan keindonesiaan.

Pos terkait