“Saya tidak tau bagai mana situasi kandang ayam itu sekarang karena mereka sudah satu tahun tanpa laporan tentang perjalanan peternakan itu,” tangkis Barok Batubara.
Pengelola peternakan ayam milik BUMDes Sampean Rizki Hasibuan tidak ditemukan di desa itu. Ponsel miliknya yang dihubungi juga dalam keadaan tidak aktif.
Kabid Desa pada Dinas Pemdes Labusel ketika dimintai tanggapannya, juga bicara datar. “Maaf, saya belum paham bagaimana perjalanan BUMDes Sampean, karena saya baru bertugas sebagai Kabid di sini,” katanya seraya menjelaskan bahwa masalah BUMDes Sampean menjadi ‘Pekerjaan Rumah’ baginya.
Kabid itu juga berjanji, setelah Covid-19 berakhir pihaknya akan menindaklanjuti kasus kandang ayam kosong menghabiskan dana ratusan juta rupiah di Desa Sampean itu. D|Lbs-50