Samosir-Mediadelegasi: Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Samosir yang menjadi keresahan warga petani beberapa pekan belakangan ini, kini terungkap sudah. Kadis Pertanian Samosir Viktor Sitinjak menyatakan bahwa kuota tak terpenuhi.
“Kita sudah optimalkan, agar warga mendapatkan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan pertanian. Ya…! namun kita tak berdaya dengan jumlah diterima tidak sesuai dengan kuota yang diajukan,”ungkap Kadis menyikapi kelangkaan pupuk, Selasa (13/10/2020).
Dia juga juga sarankan kepada petani agar menggunakan pupuk organik. “Mengatasi persoalan ini, diharapkan warga untuk gunakan pupuk organik lainnya sebagai pengganti pupuk subsidi,” imbuh Kadis Pertanian.
Dia juga menyangkal beredarnya isu pupuk bersubsidi hilang atau diselewengkan penyalurannya. “Tidak benar berkurangnya penyaluran pupuk bersubsidi akibat adanya penyelewengan,” bilangnya.
Dia mengungkapkan, setelah mendalami kemungkinan penyalahgunaan pupuk subsidi di tengah masyarakat hingga terkesan langka atau berkurang, “Semua itu terjadi karena tidak sesuainya kehadiran pupuk dengan kuota yang diajukan,” ulasnya.
Dia juga menjelaskan, alokasi pupuk bersubsidi diawasi ketat agar tepat sasaran dan kuota pupuk hanya bagi kelompok tani sesuai RDKK. “Dan bagi yang tidak terdaftar, pupuk nonsubsidi juga tersedia banyak,” urainya.