Lopo Hotel and Resort Fasilitasi Anak-anak Samosir Belajar Tari Batak

Lopo Hotel and Resort Fasilitasi Anak-anak Samosir Belajar Tari Batak
Lopo Hotel and Resort di Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Foto: ist

Medan-Mediadelegasi:  Sekitar 200 orang anak-anak usia SD dan SMP  sejak beberapa pekan terakhir giat belajar tari tradisional Batak yang difasilitasi oleh Manajemen Lopo Hotel and Resort di Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

“Setiap hari Sabtu dan Minggu di hotel ini  (Lopo Hotel and Resort), kami menyediakan tempat dan guru untuk anak-anak yang ingin belajar tari dan memainkan beberapa alat musik Batak,” kata General Manager Lopo Hotel  and Resort, David Manalu di Tomok, kepada Mediadelegasi Medan melalui sambungan telepon, Selasa (25/3).

Menurut dia, upaya  menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran seni dan budaya Batak tersebut merupakan bagian  dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Lopo Hotel  and Resort.

Pihak Lopo Hotel  and Resort, lanjut David, akan terus berupaya untuk ikut  berkontribusi  dalam melestarikan seni dan budaya Batak agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Keinginan untuk  menyediakan fasilitas belajar menari tarian tradisional Batak, kata dia, muncul setelah mengamati banyak anak di sekitar Lopo Hotel  and Resort yang ternyata sama sekali belum mengenal dan memahami seni tari yang diwariskan oleh para leluhur mereka, di antaranya Tortor.

Mencermati hal itu, pihak manajemen Lopo Hotel  and Resort  akhirnya merasa ikut terpanggil untuk menyiapkan sarana dan prasarana belajar tari Batak.

Dikatakannya, pihak Lopo Hotel and Resort menggandeng Batak Art Reborn untuk menyediakan guru profesional kepada anak-anak di Samosir.

Mereka dilatih untuk lebih dini mengenal seni budaya Batak agar kelak ikut berkontribusi melestarikan budaya lokal di Samosir.

Pada awalnya, jumlah anak yang belajar menari di sanggar seni Lopo Hotel  and Resort hanya balasan orang, tetapi dalam hitungan bulan terus bertambah.

“Sekarang ada 237 anak yang mendapatkan pelatihan seni dan budaya Batak.  Untuk sementara jumlahnya kami batasi,”  ucap David.

Pihaknya  merasa kagum dengan minat dan bakat anak-anak  untuk mempelajari tari tradisional Batak beserta perangkat musiknya.

“Kami juga berencana akan menampilkan anak-anak dari sanggar seni Lopo Hotel  and Resort untuk ikut dalam berbagai acara pentas seni dan budaya,” tuturnya. D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait