“Jadi di luar tugas sebagai DPRD dan secara kepartaian, saya secara pribadi bersama sejumlah teman mengusung program terobosan yang melibatkan masyarakat, sekaligus memprogramkan kegiatan yang bermanfaat,” sebutnya dalam pertemuan dipandu Dr Aswan Jaya, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini.
Sejumlah program yang mereka usung kata Meryl, seperti dukungan terhadap langkah pemerintah menuntaskan stunting melalui gerakan masak dan makan bersama warga menggunakan bahan yang sehat dan tidak mahal di kawasan pesisir.
Kemudian, mendirikan sudut baca, bekerjasama dengan para pemilik kafe atau warung kopi, pelatihan artificial intelijen bagi anak muda kreatif serta beasiswa MRS Foundation.
Selanjutnya kata Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut ini, dirinya juga menyoroti tentang bagaimana para pemuda, termasuk pemilih pemula (generasi Alfa) yang kemungkinan akan menjadi generasi yang mendominasi jumlah pemilih bersama dengan generasi Z dan Milenial, atau kisaran usia 17-43 tahun pada Pemilu 2024 mendatang.
“Kita juga membuat program namanya Muda Berpolitik dan Tour Parlemen. Jadi mahasiswa kita ajak untuk melihat bagaimana rapat, seperti paripurna yang berlangsung di gedung dewan. Karena pada dasarnya itu adalah rumah rakyat,” jelas generasi milenial ini.
Meryl pun berharap, khususnya kepada generasi milenial, generasi Z dan Alfa yang lahir antara rentang tahun 1981 hingga 2013, untuk menjadi bagian dari masyarakat yang bersedia memilih dan menentukan pilihan berdasarkan keputusan sendiri, bukan karena paksaan atau iming-iming. D|Red-06