OTT KPK Cilacap Bongkar Dugaan Suap Proyek Daerah

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Tengah pada Jumat (13/3/2026). Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman menjadi salah satu orang yang ditangkap. Foto: Ist.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Tengah pada Jumat (13/3/2026). Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman menjadi salah satu orang yang ditangkap. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Operasi OTT KPK Cilacap kembali mengguncang dunia pemerintahan daerah setelah tim penyidik melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Jawa Tengah pada Jumat (13/3/2026). Dalam operasi tersebut, sejumlah pihak diamankan termasuk kepala daerah setempat yang diduga terlibat dalam praktik suap proyek pembangunan di daerah.

OTT KPK Cilacap Terkait Dugaan Suap Proyek

Lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan Bupati Syamsul Auliya Rachman dalam operasi senyap yang berlangsung di Kabupaten Cilacap. Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan suap dalam sejumlah proyek pembangunan yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari penyelidikan tertutup yang telah dilakukan oleh tim penyidik dalam beberapa waktu terakhir. Penyelidikan dilakukan setelah KPK memperoleh informasi terkait dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan proyek pemerintah daerah.

Menurut Budi, tim penyidik menemukan indikasi adanya penerimaan sejumlah uang oleh pihak kepala daerah yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek-proyek tertentu di wilayah tersebut. Dugaan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui operasi tangkap tangan untuk mengamankan para pihak yang terlibat.

BACA JUGA:  Tapsel Memanas: Bupati Bongkar Dugaan Pembalakan Liar, Kemenhut Membantah

Dalam operasi tangkap tangan yang digelar pada hari itu, tim penyidik KPK berhasil mengamankan sebanyak 27 orang dari berbagai latar belakang. Mereka yang diamankan terdiri dari unsur penyelenggara negara, aparatur sipil negara (ASN), hingga pihak swasta yang diduga memiliki keterkaitan dengan proyek-proyek di lingkungan pemerintah daerah.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/miris-oknum-kepling-di-medan-hamili-istri-orang-anehnya-camat-bilang-bukan-perbuatan-tercela/

Seluruh pihak yang terjaring OTT saat ini masih menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik di wilayah Jawa Tengah. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali informasi mengenai peran masing-masing pihak serta hubungan mereka dengan proyek yang tengah diselidiki oleh KPK.

Setelah pemeriksaan awal selesai dilakukan, para pihak yang diamankan akan dibawa ke kantor pusat KPK di Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan lanjutan tersebut akan dilakukan di Gedung Merah Putih yang menjadi kantor utama lembaga antikorupsi tersebut.

BACA JUGA:  Bulog Siapkan Ekspor Beras Premium ke Malaysia, Harga Diproyeksi Tembus Rp16 Ribu per Kg

Sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, KPK memiliki waktu maksimal selama 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut. Dalam waktu tersebut, penyidik akan mendalami bukti awal yang telah diperoleh serta melakukan klarifikasi terhadap para terperiksa.

Selain itu, penyidik juga akan menelusuri kemungkinan adanya aliran dana yang berkaitan dengan proyek pemerintah daerah yang diduga menjadi sumber praktik suap tersebut. Penelusuran ini penting untuk memastikan pihak-pihak lain yang mungkin terlibat dalam perkara tersebut.

Kasus ini kembali menambah daftar kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan oleh KPK dalam perkara dugaan korupsi proyek pemerintah daerah. Penanganan kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera serta memperkuat komitmen pemberantasan korupsi di tingkat pemerintahan daerah di Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Satu tanggapan untuk “OTT KPK Cilacap Bongkar Dugaan Suap Proyek Daerah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Ditahan KPK, Diduga Pungut Fee Proyek dan Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar
BI Tegaskan Rupiah Bertanda Tangan Purbaya–Perry Tetap Sah dan Berlaku
Menkeu Suahasil: Beras Ilegal Masuk Menodai Swasembada Pangan, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rp27,3 Miliar
Adik Ipar Yaqut Mundur Jadi Saksi, Hakim Perintahkan Tetap Bersaksi untuk Tiga Terdakwa Lain
DPR Sahkan UU Reforma Agraria, Atur Keadilan Tanah dan Penyelesaian Konflik Agraria
Banjir Bandang Solok Sumbar: 4 Luka, 32 Jiwa Mengungsi, Jalur Solok–Padang Terputus
DPR Siap Sahkan RUU Reforma Agraria, Atur Konflik Tanah hingga Redistribusi Lahan
KPK Usut Belasan Rumah Mewah Ipda Yayat Sudrajat Terkait Kasus Suap Bekasi
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Ditahan KPK, Diduga Pungut Fee Proyek dan Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar

Selasa, 22 September 2026 - 14:33 WIB

BI Tegaskan Rupiah Bertanda Tangan Purbaya–Perry Tetap Sah dan Berlaku

Selasa, 22 September 2026 - 13:48 WIB

Menkeu Suahasil: Beras Ilegal Masuk Menodai Swasembada Pangan, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Adik Ipar Yaqut Mundur Jadi Saksi, Hakim Perintahkan Tetap Bersaksi untuk Tiga Terdakwa Lain

Selasa, 22 September 2026 - 11:19 WIB

Banjir Bandang Solok Sumbar: 4 Luka, 32 Jiwa Mengungsi, Jalur Solok–Padang Terputus

Berita Terbaru