Humbahas-Mediadelegasi: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut) menyatakan kecewa dengan kadernya Dosmar Banjarnahor yang hampir dapat dipastikan telah memutuskan pindah ke Partai Golkar.
DPC PDIP Humbahas dalam konferensi pers di Doloksanggul, Senin (7/11), menyebut rasa kecewa itu berawal ketika viralnya tayangan foto Dosmar Banjarnahor saat menerima kartu tanda anggota (KTA) dari Partai Golkar.
“Saat viral di media sosial Dosmar masih kader PDI Perjuangan yang belum resmi menyatakan mengudurkan diri,” kata Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Humbahas, Kepler Torang Sianturi.
Menurut dia, Dosmar Banjarnahor yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Humbahas sebelum memutuskan pindah ke partai lain perlu terlebih dahulu berdiskusi dengan fungsionaris PDIP setempat dan menyampaikan surat resmi pengunduran diri.
Namun, kata Torang, tata cara dan etika berpolitik tersebut justru tidak ditempuh oleh Dosmar Banjarnahor selaku kader PDIP yang dua kali menang Pilkada Humbahas.
Dia juga mempertanyakan dimana etikanya Dosmar yang dua kali diusung PDIP saat Pilkada Humbahas, lalu pindah ke partai lain saat masih menduduki jabatan bupati.
Apalagi, Dosmar pada 12 September 2022 dihadapan sejumlah fungsionaris dan kader PDIP Humbahas pernah menegaskan bahwa dirinya sampai kapanpun akan tetap bersama partai yang ikut berperan besar mendukung perjalanan karir politiknya itu.
Karena itu, lanjut dia, adalah wajar jika jajaran fungsionaris DPC PDIP Humbahas menyesalkan sikap Dosmar Banjarnahor yang memutuskan pindah ke partai lain tanpa diketahui alasan yang jelas.