Jambi-Mediadelegasi: Peretasan sistem perbankan yang menimpa Bank Jambi mengakibatkan kerugian besar bagi ribuan nasabah. Pemerintah Provinsi Jambi mengungkap sebagian dana yang hilang kini mulai terdeteksi alirannya setelah dilakukan penelusuran oleh berbagai pihak terkait.
Peretasan Bank Jambi Mulai Terungkap Aliran Dana
Al Haris menyampaikan bahwa dari total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp143 miliar, sebagian dana berhasil dilacak keberadaannya. Ia menjelaskan sekitar Rp19 miliar diketahui telah berpindah ke aset mata uang kripto.
Selain itu, dana nasabah yang dibobol peretas juga terdeteksi mengalir ke beberapa rekening bank lain. Di antaranya adalah rekening yang berada di Bank Permata serta Bank Sahabat Sampoerna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah daerah pun segera berkoordinasi dengan otoritas keuangan nasional untuk menangani persoalan tersebut. Langkah ini diambil guna mempercepat proses pelacakan dana sekaligus meminimalisir kerugian para nasabah.
Pemprov Jambi telah meminta bantuan Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan agar kasus ini dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait peretasan yang diduga menguras saldo lebih dari 6.000 rekening nasabah Bank Jambi.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/penghentian-sppg-jawa-picu-evaluasi-program-gizi/
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi menyatakan telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk mempercepat proses penyelidikan kasus tersebut.
Dirreskrimsus Polda Jambi, Taufik Nurmandia, menyebut komunikasi intensif dilakukan guna mengungkap pelaku dan metode peretasan yang digunakan.
Di sisi lain, dampak peretasan membuat sejumlah layanan perbankan Bank Jambi masih belum dapat digunakan. Sejak insiden terjadi pada 22 Februari 2026, akses Mobile Banking dan ATM masih diblokir sementara.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Jambi, Zulfikar, menjelaskan bahwa pihak bank saat ini sedang melakukan evaluasi sistem keamanan secara menyeluruh.
Menurutnya, perbaikan sistem keamanan dilakukan bersama vendor teknologi yang bertanggung jawab terhadap infrastruktur digital bank tersebut.
Pemblokiran layanan perbankan berdampak langsung pada aktivitas nasabah. Banyak warga terpaksa mendatangi kantor cabang bank untuk melakukan transaksi secara manual.
Kondisi ini membuat antrean panjang terjadi di sejumlah kantor layanan. Bahkan sebagian nasabah datang sejak dini hari untuk mendapatkan nomor antrean terbatas.
Bank Jambi menargetkan proses perbaikan sistem teknologi informasi dapat segera rampung sehingga layanan Mobile Banking dan ATM dapat kembali beroperasi sebelum masa cuti bersama perayaan Idul Fitri. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












