Lebih lanjut disampaikan, bahwa warga binaan di Lapas III Pangururan sudah dibekali kegiatan pengembangan kreativitas seperti pembuatan miniatur rumah tradisisonal Batak, pembuatan souvenir dari batok kelapa hingga membuat kue.
Dari pantauan, hasil karya warga binaan tersebut kata Barus, sudah banyak dipasarkan seperti di Creative Hub Samosir dan Dekranasda.
“ Ke depan Lapas III Pangururan akan membuka toko/etalase sebagai sarana untuk menjual hasil kreatifitas warga binaan,” katanya.
Kepala BNN Pematang Siantar Dr Tuangkus Harianja, MM dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah untuk memberantas peredaran Narkoba.
Tuangkus Harianja menyarankan agar, kepada para warga binaan pecandu Narkoba hendaknya dilakukan pembinaan dengan pendekatan rehabilitasi, dan melatih keterampilan dengan kegiatan vokasional, yang diharapkan menjadi usaha mandiri nantinya setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini, kami mengharapkan para warga binaan nantinya dapat menjadi duta-duta anti- Narkoba,” kata Harianja.
Seperti diketahui, Sosialisasi Bahaya Narkoba dan ToT (Training of Trainer) di LP Kelas III Pangururan itu diikuti 103 warga binaan dengan menghadirkan narasumber, masing-masing Kepala BNN Pematangsiantar Dr Tuangkus Harianja, MM, tokoh wanita Samosir sekaligus pegiat sosial Ria Gurning, Kaban Kesbangpol Dumosch Pandiangan, perwakilan RSUD dr Hadrianus Sinaga Pangururan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kejari Samosir. (D|Red)