Presiden Prabowo Heran Ada Pihak Protes Efisiensi Anggaran Negara

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Terkejut Ada yang Menolak Efisiensi Anggaran: “Ini Uang Rakyat, Harus Kembali ke Rakyat”. Foto: Ist.

Prabowo Terkejut Ada yang Menolak Efisiensi Anggaran: “Ini Uang Rakyat, Harus Kembali ke Rakyat”. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keheranannya terhadap sejumlah pihak yang memprotes kebijakan efisiensi anggaran negara. Padahal, menurutnya, langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat keuangan negara dan memastikan dana publik digunakan secara tepat sasaran.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara. Ia menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar kebijakan teknokratis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral pemerintah dalam mengelola uang rakyat.

“Di banyak negara, efisiensi adalah hal yang wajar. Tapi di sini justru ada yang turun ke jalan menolak efisiensi,” ujar Prabowo dengan nada heran.

Presiden menjelaskan bahwa kebijakan penghematan belanja telah menghasilkan pengelolaan anggaran yang lebih sehat, sekaligus menutup celah pemborosan dan potensi kebocoran. Ia menilai langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi untuk menciptakan sistem ekonomi yang adil, efisien, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  KPK Gelar OTT di Sumsel, Bupati Muara Enim Edison Ditangkap

Prabowo juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Kita harus bekerja keras untuk memastikan bahwa uang rakyat digunakan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh ada pemborosan, tidak boleh ada kebocoran,” tegas Prabowo.

Presiden juga mengingatkan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti mengorbankan program-program prioritas yang telah ditetapkan. Ia meminta agar setiap kementerian dan lembaga tetap fokus pada pencapaian target-target pembangunan yang telah ditetapkan, dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan efektivitas.

“Efisiensi bukan berarti kita berhenti membangun atau mengurangi pelayanan publik. Justru sebaliknya, dengan efisiensi kita bisa mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk program-program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Prabowo.

BACA JUGA:  Prabowo Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Pernyataan Presiden Prabowo ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berorientasi pada kepentingan rakyat.

Efisiensi anggaran menjadi salah satu kunci untuk mencapai kemandirian ekonomi dan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terbaru