Pada menit-menit akhir yang sangat menegangkan, Persekat Tegal berhasil mencetak gol melalui pemainnya, Rocky Mandosir. Wasit sempat menunda keputusan sambil menunggu hasil tinjauan VAR, dan momen ini menjadi ujian nyata bagi para penonton.
Bobby Nasution mengapresiasi kedewasaan para suporter yang bisa menerima keputusan wasit setelah tinjauan VAR. “Seperti yang kita lihat, para suporter bisa menerima karena adanya teknologi VAR yang sekarang diterapkan,” ujarnya. Gol tersebut akhirnya disahkan, dan para suporter PSMS, meskipun kecewa, tetap bisa menerima hasil dengan lapang dada.
Erick Thohir juga mengapresiasi sikap penonton. Ia melihat ketenangan suporter sebagai tanda adanya kepercayaan publik terhadap hasil pertandingan. “Kembali saya terima kasih pada Gubernur, tadi bagaimana situasi seru gol PSMS tapi penonton tetap tenang, artinya ada kepercayaan publik pada hasil,” kata Erick. Ia berharap kepercayaan ini akan terus tumbuh seiring dengan penggunaan teknologi VAR di masa mendatang.
Pertandingan pembuka ini akhirnya dimenangkan oleh Persekat Tegal dengan skor tipis 0-1. Kekalahan ini menjadi motivasi bagi PSMS Medan untuk berbenah di laga-laga berikutnya.
Sebagai informasi, Pegadaian Championship musim ini diikuti oleh 20 tim yang terbagi dalam dua grup, Barat dan Timur. PSMS Medan berada di Grup Barat bersama Adhyaksa FC, FC Bekasi City, Garudayaksa, Persekat Tegal, Persikad Depok, Persiraja Banda Aceh, Sriwijaya FC, Sumsel United, dan PSPS Pekanbaru. Perjuangan panjang menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia telah dimulai. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






