Zelensky juga mengakui untuk pertama kalinya bahwa ia tidak akan memaksakan penghentian perang sebagai prasyarat untuk melanjutkan negosiasi dengan Rusia.
“Jika Ukraina mulai menetapkan beberapa syarat terkait pertemuan tersebut, yang bersifat global, maka Rusia akan mengajukan 100 syarat. Saya kira tanpa syarat apa pun, kita bisa bertemu dan memikirkan perkembangan lebih lanjut, apa yang mungkin terjadi untuk mengakhiri perang,” jelas Zelensky.
Sikap Zelensky yang lebih terbuka terhadap kompromi ini menimbulkan berbagai reaksi. Beberapa pihak menilai bahwa ini adalah langkah realistis untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama. Namun, ada juga yang khawatir bahwa penyerahan wilayah akan menjadi preseden buruk dan melemahkan kedaulatan Ukraina.
Perkembangan ini tentu akan terus menjadi sorotan dunia. Bagaimana kelanjutan negosiasi antara Ukraina dan Rusia, serta bagaimana sikap masyarakat Ukraina terhadap isu penyerahan wilayah, akan sangat menentukan masa depan negara tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.


