Ukraina di Persimpangan Jalan, Zelensky Pertimbangkan Kompromi Wilayah dengan Rusia

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan tidak menolak penyerahan wilayah negaranya kepada Rusia selama pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, Senin (18/8/2025). (Foto : Ist.)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan tidak menolak penyerahan wilayah negaranya kepada Rusia selama pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, Senin (18/8/2025). (Foto : Ist.)

Washington-Mediadelegasi : Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dikabarkan tidak menolak mentah-mentah ide penyerahan wilayah negaranya kepada Rusia. Hal ini terungkap selama pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di Gedung Putih pada Senin (18/8/2025) waktu setempat.

Sebelum pertemuan, Trump telah memperingatkan Zelensky untuk mempertimbangkan menyerahkan wilayah yang diinginkan Rusia demi mengakhiri perang yang berkepanjangan.

Trump berpendapat bahwa Ukraina berisiko kehilangan lebih banyak wilayah jika konflik dengan Rusia terus berlanjut. Oleh karena itu, solusi terbaik adalah mengalah pada tuntutan Rusia saat ini. Rusia sendiri mengincar empat wilayah Ukraina, yaitu Luhansk dan Donetsk (Donbass), serta Zaporizhzhia dan Kherson.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut sumber pejabat AS yang berbicara kepada The Wall Street Journal (WSJ), Zelensky mungkin bersedia mempertimbangkan penyerahan wilayah secara proporsional. Namun, ia akan menghadapi tantangan terkait aturan di negaranya yang melarang penyerahan wilayah kepada negara lain.

BACA JUGA:  Menhan AS Ungkap Rencana China Serang Taiwan

Di sisi lain, Presiden Zelensky menegaskan bahwa masalah teritorial negaranya hanya akan diselesaikan melalui negosiasi langsung antara pemerintahannya dan Rusia. Namun, belum ada tanggal pasti kapan pertemuan antara dirinya dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, akan dilaksanakan.

“Masalah teritorial merupakan isu yang akan kami selesaikan antara saya dan Putin,” ujar Zelensky usai pertemuan dengan Trump dan para pemimpin Eropa di Gedung Putih.

Zelensky juga mengakui untuk pertama kalinya bahwa ia tidak akan memaksakan penghentian perang sebagai prasyarat untuk melanjutkan negosiasi dengan Rusia.

“Jika Ukraina mulai menetapkan beberapa syarat terkait pertemuan tersebut, yang bersifat global, maka Rusia akan mengajukan 100 syarat. Saya kira tanpa syarat apa pun, kita bisa bertemu dan memikirkan perkembangan lebih lanjut, apa yang mungkin terjadi untuk mengakhiri perang,” jelas Zelensky.

BACA JUGA:  Trump Tuduh Obama Pimpin Kudeta, Minta Penangkapan dan Penyelidikan

Sikap Zelensky yang lebih terbuka terhadap kompromi ini menimbulkan berbagai reaksi. Beberapa pihak menilai bahwa ini adalah langkah realistis untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama. Namun, ada juga yang khawatir bahwa penyerahan wilayah akan menjadi preseden buruk dan melemahkan kedaulatan Ukraina.

Perkembangan ini tentu akan terus menjadi sorotan dunia. Bagaimana kelanjutan negosiasi antara Ukraina dan Rusia, serta bagaimana sikap masyarakat Ukraina terhadap isu penyerahan wilayah, akan sangat menentukan masa depan negara tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tuduh Obama Pimpin Kudeta, Minta Penangkapan dan Penyelidikan
Menhan AS Ungkap Rencana China Serang Taiwan

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:55 WIB

Ukraina di Persimpangan Jalan, Zelensky Pertimbangkan Kompromi Wilayah dengan Rusia

Rabu, 23 Juli 2025 - 13:21 WIB

Trump Tuduh Obama Pimpin Kudeta, Minta Penangkapan dan Penyelidikan

Sabtu, 31 Mei 2025 - 14:06 WIB

Menhan AS Ungkap Rencana China Serang Taiwan

Berita Terbaru