Yasyir Ridho Bakal Calon Wakil Walikota Medan Janjikan Beasiswa untuk Anak Berprestasi

 

Bakal Calon Wakil Walikota Medan, Yasyir Ridho Loebis mengatakan jika dari 3 pasang calon, hanya pasangan HIRO yang paling berpengalaman.

 

Bacaan Lainnya

“Pasangan HIRO ini satu-satunya yang berpengalaman dan berintegritas. Saya anggota DPRD Sumut 2 periode, pernah Wakil Ketua DPRD Sumut, Ketua KNPI. Apalagi Ustaz Hidayatullah, lebih pengalaman lagi, disini pasti udah tahu bagaimana track record beliau,” kata Ridho.

 

Eks Wakil Ketua DPRD Sumut itu menjelaskan, HIRO merupakan pasangan yang saling melengkapi. Sebab, pasangan yang diusung PKS dan Koalisi Kerakyatan tersebut merupakan unsur gabungan dari kelompok religius dan nasionalis.

 

“Ustaz Hidayatullah akan mudah diterima masyarakat muslim. Sementara saya, bisa berkomunikasi dengan kelompok nasionalis. Perbedaan gaya itulah yang menjadi keindahan Pasangan HIRO, kami saling melengkapi,” ucapnya.

 

Ketua Umum KNPI Sumut 2 periode itu meminta, Relawan Rempah untuk mampu mencari dan mengamankan suara pasangan HIRO.

 

“Pasangan HIRO punya banyak program. Saya fokus menyelesaikan persoalan di dunia pendidikan kita. Beasiswa bagi anak yang berprestasi dan kurang mampu serta beasiswa S2 dan S3 bagi guru-guru adalah janji kami,” jelasnya.

 

Yasyir Ridho menegaskan, pasangan HIRO akan memastikan semua anak-anak di Kota Medan tidak ada yang putus sekolah. Apalagi, putus sekolah yang disebabkan faktor ekonomi.

 

“Tak boleh ada yang putus sekolah di Medan, apalagi karena kondisi ekonomi, semua wajib sekolah. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk terhindar dari kemiskinan,” ucapnya.

 

Yasyir Ridho mengatakan, beasiswa bagi anak berprestasi dan kurang mampu sangat bisa diwujudkan di Kota Medan. Dengan APBD Kota Medan sebesar Rp 7 triliun lebih, hal itu bisa terwujud asalkan pemerintah mau memihak kepada masyarakat.

 

“Dengan APBD Rp 7 triliun itu, bisa sebenarnya diwujudkan. Kami pasangan HIRO sangat konsen dalam peningkatan pendidikan. Kami ingin ada kesetaraan. Bagaimana yang miskin bisa mendekatkan dengan orang kaya, itu salah satunya dengan pendidikan. Kami bukan mau mengurangi orang kaya, tapi justru ingin menambah orang kaya baru di Medan,” katanya.

Pos terkait