Yang dipetik dari tradisi yang dilestarikan adalah bagaimana memadukan keyakinan berdasar religi serta melestarikan tradisi. “Semakin hari, semakin sedikit generasi milenial yang tahu mandudu tersebut,” tambahnya didampingi pahompu almarhum, Alexius Turnip.
Mandudu bagi banyak orang merupakan upacara meminta berkat kepada Sang Khalik melalui perantara arwah leluhur. Para peserta berdoa semalaman penuh dengan diiringi gondang sabangunan serta perkusi etnik. Ada yang mengadakan kegiatan bersamaan dengan mangalahat horbo.
Mandalashah Turnip menegaskan, bagi yang khusyuk melakukannya maka semakin trans. Ia ingat bagaimana dudang-dudang yang mengalun ritmis. Irama tersebut kadang mendatangkan sensasi transendental bahkan mistis. “Irama gak boleh berhenti dan tetap dibunyikan sepanjang acara. Irama tersebut adalah doa,” kenangnya sambil mengatakan almarhum menuntut anak-borunya untuk hidup seimbang mikro dan makrosmos, antara batin individu dengan alam sekitar.
Menurutnya, dalam Katolik kan ada requem. Hampir sama.
Memorinya kembali ke era 50 tahun lalu di mana masyarkat Samosir yang kompak padu, religius dan saling mendukung bila ada kegiatan religi dan adat.D|Red








